Meski Mudik Dilarang, Tetap Waspadai Lonjakan Kasus Covid Paska Libur Lebaran

7

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Meski pemerintah sudah melarang mudik bagi seluruh masyarakat, namun Tim Mitigasi Ikatan Donter Indonesia/IDI tetap mewaspadai lonjakan kasus Covid paska lebaran. Dikatakan oleh Ketua Tim Mitigasi Dokter IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT,

“Saat ini sudah terlihat  kenaikan kasus Covid kembali seperti tahun lalu, meski program vaksinasi terus berjalan. Kami mengingatkan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan baik, rumah sakit, puskesmas, klinik dll serta para dokter dan tenaga kesehatan lainnya menyiapkan ketersediaan ventilator, obat-obatan, Alat Pelindung Diri (APD), tempat tidur, ruangan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus paska libur hari raya ini sampai 1 – 2 bulan ke depan,’’ kata Ketua Tim Mitigasi Dokter IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT, Selasa (11/5).

Faktor lonjakan ini diperkirakan karena adanya klaster-klaster yang muncul selama beberapa bulan terakhir. Seperti klaster perkantoran, keluarga, klaster ibadah bersama, klaster buka puasa bersama, serta ditambah adanya momentum Idul Fitri, arus balik, mudik serta mutasi virus Covid di tengah semakin banyaknya masyarakat yang abai protokol kesehatan meski sudah divaksinasi.

“Vaksinasi saja tidak menjamin tubuh kita akan kebal terhadap virus apalagi mutasi virus. Protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas tetap wajib dilakukan,” tegas dr Adib.

Adib yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia menghimbau agar materi terkait protokol kesehatan saat pandemi covid ini juga senantiasa disosialisasikan melalui khotbah idul Fitri di seluruh Indonesia.

Selama beberapa pekan terakhir sejak mencuatnya lonjakan kasus Covid di India yang kini meluas ke Malaysia dan negara tetangga lainnya, Indonesia mencatatkan kasus harian Covid tertinggi hingga mencapai hampir 10.000 kasus.

Bahkan mutasi virus turunan B.1 dengan varian seperti di B.1.1.7 yang diidentifikasi di Inggris, B.1.351 yang diidentifikasi di Afrika Selatan, dan B.1.617.1 serta B.1.617.2  yang diidentifikasi di India sudah mulai ditemukan di Indonesia sejak awal tahun ini. (bw)