Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Mudik dan sholat ied, menjadi persoalan disaat pandemi covid-19. Karena itu, menjelang Idul Fitri 1442 H, ada tugas berat yang dihadapai Wali Kota Surabaya, yang baru Eri Cahyadi.

Terkait sholat ied, Wali Kota Eri Cahyadi, mengatakan, untuk kelurahan di Surabaya boleh menggelar salat ied di masjid dan lapangan, jika berstatus zona kuning atau hijau Covid-19. Saat ini, hanya ada 4 kelurahan yang zona oranye di Kota Pahlawan.

Sedangkan untuk larangan mudik, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudik atau pulang ke kampung halaman. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran covid-19.

Meski berat dilakukan, namun, Wali Kota Eri, yakin, dengan tidak melakukan mudik atau pulang ke kampung halaman, secara tidak langsung seseorang telah menjaga kesehatan orang tua dan saudara-saudaranya.

‘’Bangsa dan negara ini, khususnya kota Surabaya harus tetap dijaga agar penyebaran covid-19 tidak kembali meningkat. Salah satu cara yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan tidak melakukan mudik dan tetap stay di kota Surabaya,’’ kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, di Surabaya Senin (10/5).

Meski Idul Fitri tahun ini tidak bisa bertatap muka langsung dengan orang tua atau saudara, namun, Cak Eri, berharap, warga Surabaya tetap dapat merayakan lebaran dengan penuh khidmat.

Ia meyakini, apabila warga bersedia mengikuti anjuran pemerintah dengan tidak melakukan mudik, maka penyebaran covid-19 ini bisa segera selesai. Disamping itu, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya ini juga kembali mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan.

Sebab, menurut dia, cara yang efektif untuk menekan penyebaran pandemi adalah rajin mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. (bw)