Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Setelah melalui karantina selama dua hari mulai 7 – 8 Mei  di Asrama Haji Surabaya, sebanyak 111 Pekerja Migran Indonesia/PMI asal Kabupaten Sampang dipulangkan. Mereka kembali ke kampung halaman menggunakan tiga bus.

Penjemputan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Sampang dan Dinas Tenaga Kerja Sampang. Diawali dengan pelaporan data dan pengambilan berkas termasuk paspor para PMI pada petugas KKP di Asrama Haji.

“Untuk kepulangan PMI ke beberapa kabupaten/kota ini merupakan kedatangan PMI pada 7 dan 8 Mei yang sudah dikarantina di Asrama Haji dan hasil di SWAB keluar pada Minggu (9/5),” kata Kordinator Posko Penanganan Kepulangan PMI di Jawa Timur/Jatim, Subhan Wahyudiono, ditemui di posko penanganan PMI di Asrama Haji.

Subhan mengatakan untuk kepulangan PMI dari luar provinsi Jatim juga dilakukan. Dimana ada 70 PMI, dengan rincian 4 orang dari Jawa Barat, Jateng ada 51 PMI, Lampung 4 PMI, Nusa Tenggara Barat ada 9 orang, NTT dan Sumatra Selatan masing-masing 1 PMI.

“Jadi catatan posko penanganan PMI untuk kepulangan luar Jatim sampai 5 – 9 Mei ini yaitu berjumlah 448 PMI,” paparnya. Berdasarkan data di Posko Penanganan PMI di Asrama Haji, juga ada 40 PMI asal Blitar juga dipulangkan yang dikawal Dishub, Polri dan TNI.

“Ke 40 orang tersebut 39 berasal dari Kabupaten Blitar dan satu dari Kota Blitar,” ujar Petugas Penjemputan dari Dishub Kabupaten Blitar, Yogha Bogi Pratama,  disela – sela pendataan PMI Blitar.

Untuk pekerja migran tersebut setelah dijemput dari asrama akan dikarantina kembali selama tiga hari di kabupaten/kota Blitar. “Kita akan serahkan ke Disnaker untuk didata dan dikarantina,” paparnya. Pada Minggu (9/5) kemarin, total pemulangan PMI sebanyak 30 orang dari Tulungagung, 11 dari Trenggalek, 47 asal Ponorogo, 62 dari Jember, 33 dari Sumenep, 59 dari Kabupaten Malang,  28 dari Banyuwangi, 51 dari Pamekasan, 14 asal Gresik, dan 49 asal Bangkalan. (bw)