Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Petinggi Jawa Timur/Jatim meninjau pos penyekatan Suramadu Sabtu (8/5). Leninjauan dilakukan untuk memastikan penyekatan berjalan dengan lancar. Dalam tinjauan tersebut, mereka juga melakukan penempelan stiker ke beberapa kendaraan yang diperbolehkan melakukan perjalanan.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjen Suharyanto, Sekdaprov dan Kadis Perhubungan Jatim Nyono, ingin memastikan penyekatan di Jembatan Suramadu berjalan lancar. Lantaran ini menjadi pintu masuk ke Pulau Madura dan memiliki mobilitas warga yang mudik cukup tinggi. “Di pos penyekatan ini, seluruh kendaraan yang ingin masuk dan keluar dari Madura diperiksa kelengkapan dan tujuannya,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, di Surabaya Sabtu (8/5).

Ia menyebut, kendaraan yang masuk maupun keluar wajib memiliki surat bebas covid dan surat perjalanan tugas. Kapolda menyebut, sejak diberlakukan penyekatan hari pertama, sudah banyak kegiatan yang dilakukan dengan rata-rata 100 sampai 200 kendaraan dilakukan penindakan dan menurun sampai hari ketiga ini sebesar 40 persen.

Dalam peninjauan tersebut, anggota Forkopimda juga melakukan penempelan stiker ke beberapa kendaraan yang telah memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan. Stiker tersebut sebagai identitas kendaraan untuk keluar masuk wilayah Surabaya yang menerangkan kendaraan sudah memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan. Kapolda menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi peraturan pemerintah agar tidak mudik dalam idul fitri tahun ini dan juga tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, agar terhindar dari covid-19. (irwanda/stv)