Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi mengamankan wanita berparas cantik karena melakukan penipuan investasi tanah. Tak tanggung-tanggung, selama enam bulan beroperasi, wanita ini  sudah meraup untung Rp 48 miliar dari korbannya.

Lily Yunita, warga Pacar Keling Surabaya ini terpaksa diamankan petugas Ditreskrimum Polda Jatim. Ia ditangkap lantaran telah melakukan penipuan berkedok investasi tanah. Tak hanya sekali, kejahatan ini sudah ia lakukan sebanyak tiga kali dan sudah keluar masuk bui.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menyebut, modus kejahatan pelaku dilakukan dengan cara menawarkan investasi pembebasan lahan di wilayah Osowilangon Surabaya. Korban dijanjikan mendapat keuntungan besar, jika mau berinvestasi di wilayah tersebut.

Namun sayang, janji tinggal  janji. Cek yang diberikan pelaku kepada korban ternyata tak bisa dicairkan. Bahkan, tanah yang dijanjikan di daerah Osowilangon ternyata tanah fiktif milik orang lain,’’ kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Dari rekam jejaknya, pelaku ternyata pernah menjalani hukuman dengan kasus yang sama sejak tahun 2005/ 2006 dan 2011 silam yang ditangani Polrestabes Surabaya. Tersangka diketahui mempunyai keahlian meyakinkan korban, sehingga tidak sadar.

Dalam kurun waktu enam bulan secara bertahap korban memberikan uang sebesar Rp 48 miliar. Uang hasil kejahatan penipuan ini oleh korban lalu dibelikan sejumlah barang-barang  mewah. Seperti jam tangan rolex dan mobil mercy.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan tujuh lembar cek bank BCA, tujuh lembar surat keterangan penolakan dari BCA cabang Kusuma Bangsa, dua mobil Toyota Fortuner VRZ tahun 2020 dan empat unit mobil mewah jenis Mercedes Benz.

Selian itu, juga ada tiga unit pick up enam buah jam tangan mulai dari merek rolex, franck muller dan tiga buah cincin natural blue saphire serta uang tunai sebesar Rp 100 juta. Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan pasal 378 kuhp dan 372 kuhp dan atau pasal 3, pasal 4, pasal 5 UU nomer 8 tahun 2010 tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pencucian uang dengan ancaman pidana minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (feri/stv)