Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pelaksanaan sholat ied di Masjid Al Akbar dipastikan hanya diikuti 15 persen dari kapasitas masjid atau sebanyak 6.000 jamaah. Meski begitu, para jamaah diharuskan memiliki id card khusus yang diperoleh usai mendaftarkan diri terlebih dahulu.

Masjid Al Akbar Surabaya pada Idul Fitri 1442 hijriah dipastikan akan menggelar shalat ied dengan menerapkan protokol kesehatan yang  ketat. Salah satunya dengan membatasi kuota jamaah. Bahkan, Masjid Al Akbar hanya menampung 6.000 jamaah atau 15 persen dari kapasitas maksimal.

Humas Masjid Al Akbar, Helmy M Noor,  mengungkapkan, jika tata cara salat Idul Fitri di Masjid Al Akbar tak berbeda jauh dengan shalat Idul Adha tahun lalu, yakni jamaah wajib mendaftar secara online melalui link yang bisa diakses di website dan media sosial Masjid Al Akbar.

Setelah pendaftar mengisi data lewat google form,  panitia akan melakukan verifikasi. ‘’Jamaah juga bisa memantau namanya melalui akun instagram Masjid Al Akbar. Setelah itu, baru diberi jadwal pengambilan id card,’’ kata Helmy M Noor, di Surabaya Kamis (6/5).

Setelah pendaftaran online dilakukan dan terverifikasi, jamaah akan mendapat nomor kuota yang akan tercantum pada id card. Id card ini nantinya wajib dikenakan pada saat pelaksanaan shalat Idul Fitri. Apabila ada calon jamaah yang tidak mengenakan id card, tidak diperkenankan mengikuti salat di Masjid Al Akbar.

Ia menegaskan, pihaknya tidak mempersulit jamaah untuk beribadah di Idul Fitri. Menurut dia, langkah ini diambil justru untuk memudahkan jamaah, serta meningkatkan kenyamanan jamaah dalam melaksanakan shalat idul fitri. (feri/stv)