Jakarta, (bisnissurabaya.com) – ITTelkom Surabaya kembali menghibahkan alat inovasinya, kali ini satu unit Mesin Braile Embosser dengan fitur suara dihibahkan kepada Kementerian Sosial RI. Hibah mesin diserahkan Rektor IT Telkom Surabaya, Tri Arief Sardjono dan diterima Menteri Sosial, Tri Rismaharini, Jumat 7 Mei 2021 di kantor Kementrian Sosial RI di Jakarta.

“Mesin Braile Embosser ini tidak hanya didukung kecepatan 1200 halaman per jam, tapi juga dilengkapi dengan fitur suara dan itu tidak ada di mesin-mesin braile serupa buatan dari luar negeri. Tidak bergantung lagi dengan buatan luar negeri, sekarang kita bisa ciptakan sendiri,” ujar Tri Arief Sardjono di sela prosesi penyerahan.

Cukup menekan tombol sekali akan keluar suara yang menginformasikan suatu fungsi, jika diteruskan sekali lagi maka akan bekerja sesuai dengan suara yang diinformasikan tersebut. “Kelebihan mesin braile ini lebih hemat listrik, kompatibel dengan sistem operasi windows, bergaransi seumur hidup, dan diproduksi dalam negeri dengan nilai TKDN lebih dari 95 persen. Selain itu juga mudah dioperasikan oleh operator Tunanetra serta dilengkapi sortware terkini (update) yang kompatibel dengan sistem operasi modern. Penciptaan alat semacam ini akan terus kami giatkan, inovasi kami tidak berhenti berdetak untuk kebermanfaatan masyarakat,” tambah Tri Arief Sardjono.

Menerima alat ini, Mensos menyampaikan anak diaabilitas netra bisa mandiri dan lebih berdaya dengan membaca sehingga akan bisa belajar. “Hibah mesin Braile membantu anak-anak disabilitas netra mandiri, mudah belajar, bisa melanjutkan kehidupan serta mengurangi ketergantungan pada orang lain. Anak disabilitas netra bisa mandiri dengan membaca buku dengan tulisan braile tentang belajar ternak, membuat kue, membuat kopi, serta ternak,” kata Menteri Sosial, Tri Rismaharini, didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat.

Cara kerja dari mesin braile ini, adalah dari karakter biasa lalu dikonversi menjadi huruf-huruf braile dalam buku yang menjadi mudah untuk dibaca. “Dari karakter biasa yang dikonversimenjadi huruf-huruf braile dalam buku dan itu menjadi lebih mudah bagi anak-anak netra,” ungkap Mensos.

Mesin Braille Embosser ini sangat penting eksistensinya karena merupakan mesin bantu untuk disabilitas netra yang saat ini kondisi mesin cetak braille yang ada di Indonesia banyak yang perlu diperbaiki karena mengalami kerusakan, inilah yang kemudian melatar belakangi penciptaan mesin cetak braille ala anak bangsa. Nantinya Mesin Braille Embosser ini akan diteruskan oleh Kementrian Sosial kepada Yayasan Tuna Netra yang membutuhkan. (stady)