Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Penyekatan arus mudik di pintu masuk Surabaya, telah dilakukan petugas gabungan. Ratusan kendaraan terpaksa harus putar balik karena tidak bisa menunjukkan surat izin keterangan masuk. Salah seorang ibu-ibu protes karena tak bisa menunjukkan surat.

Sehingga harus berdebat dengan polwan yang bertugas. Sementara, yang mempunyai surat izin di tempel stiker untuk memudahkan petugas, mengecek kendaraan di pintu masuk. Aturan pemerintah yang melarang mudik, mulai 6 Mei telah diterapkan.

Ribuan kendaraan yang masuk kota Surabaya diperiksa satu-per satu petugas kepolisian, satpol PP dan Dinas Perhubungan Surabaya. Dipintu masuk Bundaran Waru Surabaya, pengendara yang tidak bisa menunjukkan surat izin keterangan masuk, tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan harus putar balik.

Salah seorang ibu-ibu protes ke polwan yang memeriksa kendaraannya, karena tidak bisa menunjukkan surat izin keterangan masuk. Namun, menunjukkan surat PBB. Sehingga pengendara dan polwan terlibat adu mulut.

Pengendara menilai aturannya membingungkan dirinya. Sementara aturan pemerintah, bagi yang tidak bisa menunjukkan surat izin keterangan masuk tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan harus putar balik. Pengendara, mengaku kesal dengan aturan penyekatan tersebut.

Sementara itu, pihak kepolisian Polrestabes Surabaya, terus melakukan penyekatan dan pemeriksaan kendaraan yang dari luar kota. Bagi yang tidak bisa menunjukkan surat izin keterangan masuk, maka harus putar balik. Karena aturan tersebut telah diberlakukan di seluruh Indonesia.

‘’Hal ini untuk mengantisipasi adanya arus mudik lebaran untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19,’’ kata Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Candra di Surabaya Kamis (6/5). Hingga siang ini, penyekatan terus dilakukan hingga setelah lebaran yakni sampai tanggal 17 mei mendatang.

Bagi kendaraan yang bisa menunjukkan surat izin keterangan masuk, pihak Pemkot Surabaya memberinya stiker di depan mobil, sebagai penanda telah memiliki izin masuk Kota Surabaya. Akibat penyekatan tersebut, arus kendaraan di bundaran waru surabaya menjadi macet. (feri/stv)