Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pemudik dari Bali  harus berjuang keras untuk bisa menyeberang ke Jawa.  Salah satunya, harus rela antre hingga dua jam. Seperti yang terjadi, Rabu (5/5) malam. Para pemudik  tertahan di jalur masuk  pelabuhan Gilimanuk akibat rusaknya alat GeNose. Padahal, mereka sudah mulai menyerbu pelabuhan sejak pagi.

“Alat GeNose  yang di pos Cekik sempat rusak. Akhirnya diarahkan periksa ke pelabuhan. Tapi antre hingga dua jam,” kata Nurhadi (50), pemudik asal Jember, Rabu malam. Pemeriksaan GeNose kata dia dilayani di dalam pelabuhan. Sehingga, antreannya cukup panjang. Hingga Rabu malam, lanjutnya, KTP para pemudik masih menumpuk di pos pemeriksaan GeNose pelabuhan.

Pria ini mengaku sengaja pulang lebih awal karena menghindari larangan mudik. ” Biasanya, kami mudik menjelang Lebaran. Karena ada larangan, mudiknya lebih awal,” ujar pria yang merantau ke Tabanan ini. Pandemi kata dia membuat rencana mudik tak sesuai jadwal.

Sementara itu, personel Polisi melakukan penyekatan di Pelabuhan Ketapang, Kamis (6/5) dini hari. Targetnya, para pemudik yang baru turun dari kapal. Mereka diperiksa kelengkapan dokumen rapid test. Jika tak mengantongi, diarahkan melakukan pemeriksaan GeNose di Pelabuhan Ketapang.

Rata-rata  warga sekitar Banyuwangi yang akan pulang kampung. Mereka lolos menyeberang ke Jawa setelah antre sebelum pukul 00.00 WIB. “Penyekatan kita lakukan di dua titik, pintu masuk pelabuhan dan pintu keluar yang datang dari Bali,” kata Kapolresta Banyuwangi. Mereka yang tidak membawa dokumen GeNose kata dia diarahkan melakukan pemeriksaan di pelabuhan.

“Hasil penyekatan ada dua kendaraan kita arahkan putar balik. Kita juga koordinasi dengan Gilimanuk terkait pengetatan penyekatan ini, karena ada beberapa kendaraan dengan syarat tertentu boleh masuk,” pungkasnya. (wir)