Banyuwangi (bisnissurabaya.com) – Polresta Banyuwangi mengerahkan kekuatan penuh mengamankan penyekatan jalur mudik Lebaran. Sebanyak 889 personel gabungan TNI/Polri diterjunkan selama libur Lebaran tahun ini. Jumlah ini masih ditambah personel dari Brimob Polda Jatim dan Satpolair Baharkam Polri.

Para personel gabungan ini akan mengamakan lima pos penyekatan arus mudik menuju Banyuwangi, mulai 6-17 Mei 2021. Kelima titik itu masing-masing, pos Wongsorejo, jembatan timbang Ketapang, pos Pelabuhan ASDP, pos Kalibaru dan pos Licin. Kelimanya menghubungkan Banyuwangi dengan empat kabupaten, masing-masing Bali, Situbondo, Bondowoso dan Jember.

“Total 889 personel gabungan kami terjunkan untuk mengamankan penyekatan arus mudik. Kami akan perketat razia agar tidak ada warga yang mudik sesuai aturan pemerintah,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin melalui Kabag Operasional Kompol Agung Setya Budi usai apel pengamanan Operasi Ketupat Semeru di Mapolresta Banyuwangi, Rabu (5/5) pagi.

Selain Polresta, pengamanan mendapat  tambahan personel dari Brimob Polda Jatim sebanyak 15 personel, Dalmas Polda 12 personel dan dua kapal dari Satpolair Polda dan Baharkam Polri. Mereka akan ikut mengamankan penyekatan di pelabuhan Ketapang. Meski dilakukan penyekatan arus mudik, Polresta tetap membuat 9 pos pelayanan. Ini memberikan kenyamanan warga Banyuwangi yang akan merayakan Lebaran.

Ia berharap, warga bisa mematuhi protokol kesehatan selama musim Lebaran, termasuk tidak nekad mudik. Sementara Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah menginstruksikan warga Banyuwangi di luar daerah agar tidak mudik. Hal ini sesuai larangan pemerintah di masa pandemi.

Pihaknya meminta seluruh lapisan masyarakat mematuhi aturan ini. Termasuk, bekerjasama dengan jajaran TNI/Polri. ” Jadi, masyarakat jangan mudik. Sebab, pintu masuk Banyuwangi akan ditutup mulai 6-17 Mei 2021. Mari kita jaga bersama untuk mengatasi dampak pandemi,” tegasnya. (wir)