Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Masjid Agung Sunan Ampel merupakan  masjid tertua di Surabaya. Bahkan di tanah Jawa. Masjid yang dibangun di kawasan Ampel Denta 1420 Masehi tersebut, menjadi pusat penyebaran dakwah Islam hingga saat ini.

Di bulan suci ramadhan, Masjid Sunan Ampel ramai dikunjungi masyarakat untuk beri‘tikaf dan mengikuti kajian agama Islam serta berziarah di Makam Sunan Ampel. Beginilah suasana Masjid Sunan Ampel di Surabaya.

Setiap menjelang waktu berbuka puasa, Masjid Agung Sunan Ampel di Surabaya ramai, dikunjungi masyarakat yang akan ber-iktikaf atau berdiam diri di dalam masjid. Selama bulan ramadhan, masjid yang didirikan tahun 1420 Masehi, oleh Muhammad Ali Rahmatulloh ini, selalu padat dengan aktifitas keagamaan.

Diantaranya, pengajian yang digelar setiap hari di teras masjid, yang dilaksanakan selama 30 hari, menjelang berbuka puasa. Jamaah yang hadir pun tidak hanya datang dari Surabaya, melainkan datang dari luar Kota Surabaya. Bahkan, ada yang dari Jawa Tengah.

‘’Kajian dengan pendekatan kultural dengan bahasa Jawa, yang dilaksanakan oleh Sunan Ampel dalam berdakwah syiar Islam, tetap lestari dan berlangsung hingga saat ini,’’ kata Pendakwah Masjid Ampel Surabaya, KH Zainul Arifin, di Surabaya Senin (3/5).

Di bulan suci ramadhan ini, Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya, jadi tempat favorit bagi masyarakat untuk ber-iktikaf. Para jamaah banyak menghabiskan waktu dari subuh, untuk membaca kitab suci Al Qur’an, berdzikir hingga usai sholat tarawih.

Dimasa pandemi antusias warga yang akan ber-iktikaf untuk mendapatkan berkah di bulan ramadhan tetap tinggi. Suasana iktikaf di Masjid Ampel ini, akan semakin ramai saat memasuki malam ganjil dari malam 21 hingga akhir ramadhan. (farid/stv)