Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Penyidikan investasi bodong yang digelar Polresta Banyuwangi memasuki babak baru. Penyidik akhirnya menetapkan pengelola investasi bodong, ZS (26), warga Kelurahan Lateng, Banyuwangi sebagai tersangka. Wanita ini menjadi tersangka tunggal.

Hasil penyidikan polisi, korban mencapai 260 orang. Total kerugian sekitar Rp 1 miliar. ” Hasil penyidikan, ZS sebagai pengelola investasi bodong ditetapkan sebagai tersangka. Dia berperan mencari nasabah melalui grup jejaring sosial,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifudin, di Mapolresta setempat, Selasa (4/5) siang.

Dari tangan tersangka disita sejumlah barang bukti hasil dugaan penipuan. Diantaranya, uanga tunai Rp 40 juta, buku tabungan, ponsel dan kartu ATM. Menariknya, penyidik juga menyita sejumlah perabot dari rumah tersangka. Seperti, AC, meja kursi,etalase dan kulkas.

“Semua kita sita karena dibeli dari uang yang diduga hasil penipuan dalam investasi bodong ini,” jelas Kapolresta. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 372 dan 378 tentang Tindak Pidana Penipuan dan penggelapan.

Kasus investasi bodong ini terungkap ketika para korban melapor ke Polresta Banyuwangi, 7April 2021. Modusnya, tersangka menawarkan investasi saham lewat grup jejaring medsos sejak November 2020. Para korban ditawarkan keuntungan hingga 50 persen. Cair minimal 5 hari. Para korban tergiur karena dijanjikan keuntungan fantastis. Investasi yang dijanjikan mulai Rp 100.000 hingga Rp 5 juta.

Awalnya, tersangka mencairkan modal investasi para korban. Namun, yang nominalnya kecil. Rata-rata di bawah Rp 10 juta. Pencairan mulai ngadat sejak 17 April 2021. Tersangka tak bisa dihubungi. Para korban sempat mendatangi rumah tersangka.

Lantaran tak ada niat baik, para korban memilih lapor ke Polresta. Awalnya, hanya satu korban yang berani melapor. Korban terus bertambah ketika Polresta membuka posko pengaduan. Salah satu korban, Romi Zalfa mengaku tak menyangka tersangka bisa nekat melakukan penipuan.

“Saya memang sempat curiga. Gaya hidupnya berubah mewah, rumahnya makin bagus,” kata Romi. Pria ini mengaku sebelumnya tersangka berjualan ayam geprek. Begitu membuka investasi ini kehidupannya berubah drastis. Bersama korban lainnya, dia berharap tersangka tidak hanya satu orang.

Pihaknya curiga, aksi investasi bodong ini tidak dilakukan sendirian. Para korban juga masih berharap uang yang sudah disetorkan ke tersangka bisa kembali. (wir)