Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pemudik yang akan melintasi Banyuwangi harus berpikir ulang. Pasalnya, polisi setempat mulai merapatkan barisan mengantisipasi masuknya pemudik. Empat pintu masuk ke Banyuwangi diperketat. Mereka yang kedapatan masuk untuk mudik akan dipulangkan.

Empat pintu masuk itu masing-masing, perbatasan dengan Kabupaten Situbondo, Jember, Bondowoso dan Bali. Keempatnya menjadi langganan jalur mudik. Khususnya, pemudik dari Bali ke Jawa. “Kita mulai melakukan penyekatan jalur antarkabupaten. Hari ini, sifatnya masih sosialisasi. Nanti, mulai 6 -17 Mei, petugas gabungan akan melakukan penindakan yang kedapatan mudik, akan dipulangkan,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, disela meninjau penyekatan di pos cek poin di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Senin (3/5) siang.

Cek poin ini menghubungkan Banyuwangi dengan Situbondo. Kapolresta menjelaskan, pihaknya sejak dini memberikan sosialisasi ke warga agar tidak mudik. Hal ini kata dia sesuai aturan dari pemerintah. Warga, lanjutnya, diarahkan tetap bertahan di rumah untuk merayakan Lebaran.

“Hanya kendaraan khusus yang diperbolehkan melintas, seperti ambulans dan angkutan logistik, namun tetap menunjukkan hasil rapid,” jelasnya. Pihaknya akan mengamankan empat jalur masuk ke Banyuwangi selama 24 jam.

Mereka yang kedapatan mudik dipastikan akan dikembalikan ke daerah asal. ” Petugas gabungan TNI/Polri bersama jajaran lain akan all out mengamankan jalur-jalur mudik ini. Sebaiknya, warga jangan mudik, tetap bertahan di rumah saja,” tegasnya.

Selain empat jalur utama ke Banyuwangi, pihaknya juga mengantisipasi jalur tikus bagi pemudik. Salah satunya, kawasan pelabuhan rakyat yang menghubungkan Bali. “Kami siaga juga mengamankan jalur pelabuhan rakyat, jangan sampai digunakan alternatif untuk mudik,” tegasnya.

Tak hanya larangan mudik, operasi yustisi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga diperketat. Targetnya, tidak ada kegiatan kerumunan warga selama perayaan Lebaran nanti. (wir)