Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Setelah Pemerintah resmi melakukan larangan mudik 2021, namun, menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia/BI Jatim, Imam Subarkah, memang berpengaruh, tetapi tidak seberapa besar. Saat ini, BI Perwakilan Jatim menyediakan uang pecahan baru sebesar Rp 11,8 triliun.

Menurut dia, larangan mudik memang berpengaruh pada perputaran uang dan berpotensi menekan pergerakan ekonomi. Namun, berkaca pada 2020 larangan mudik tidak berpengaruh banyak pada perputaran uang, khususnya di Jawa Timur/Jatim.

Berdasarkan data pada 2020, untuk wilayah Surabaya, BI Perwakilan Jatim mengeluarkan uang pecahan baru sekitar Rp 11,8 triliun. Sedangkan di seluruh Jatim, berada diangka sekitar Rp 30 triliun. ‘’Sehingga berdasarkan tahun lalu, untuk ramadhan dan Idul Fitri 2021 ini BI menyiapkan uang dalam jumlah yang sama, yaitu Rp 11,8 triliun. Untuk Jawa Timur sekitar Rp 30 triliun,” kata Imam Subarkah, di Surabaya Rabu (28/4).

Imam menjelaskan, sama seperti tahun lalu, Bank Indonesia tidak mengadakan penukaran uang secara langsung. Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang baru tidak melakukan di sembarang tempat, namun, bisa melakukan di kantor-kantor bank yang ditunjuk BI. (agung/stv)