Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Civitas akademika dari Unusa Surabaya menggelar doa bersama, tahlil dan sholat gaib. Mereka mendoakan kru KRI Nanggala-402 yang gugur. Istri dari salah satu kru KRI Nanggala-402 Guntur Ari Prasetyo, yakni Berda Asmara, juga ikut dalam doa bersama.

Saat tiba di Unusa, Berda, datang bersama dua orang dari pihak Unusa. Mereka mendampingi Berda, untuk tahlil dan doa bersama di barisan depan bagian perempuan. Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie, turut berdukacita atas tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402.

Sholat gaib dan tahlil bersama diselenggarakan karena salah satu awak kapal selam yakni Guntur Ari Prasetyo, merupakan suami dari Berda Asmara, yang merupakan dosen di kampus Unusa. Prof Jazidie, mengatakan, sebagaimana kebijakan terhadap keluarga besar Unusa, maka civitas akademika akan memberikan perhatian.

“Unusa akan memberikan beasiswa kepada putri Berda Asmara,” kata Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie, di Surabaya Selasa (27/4). Sementara itu, Berda Asmara, berharap, ada kabar baik. Ia ingin mengetahui kabar dari kapal selam KRI Nanggala-402 yang terbelah menjadi tiga bagian.

Berda, berharap kapal selam KRI Nanggala-402 bisa terangkat dan ada mujizat untuk seluruh awak kapal. (agung/stv)