Banyuwangi (bisnissurabaya.com) –  Manfaat menjadi penerima jaminan sosial dirasakan para tenaga harian lepas (THL) di Kabupaten Banyuwangi. Akibat meninggal karena kecelakaan kerja, THL asal Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat mendapatkan klaim senilai Rp 136 juta. Klaim dari BP Jamsostek ini diserahkan langsung kepada ahli waris.

Selain klaim kecelakaan kerja, ahli waris dari THL almarhum Nanang Dwi Susanto ini juga mendapatkan klaim Jaminan Hari Tua/JHT senilai Rp 2.452.535. Dan, manfaat tambahan beasiswa bagi 2 orang anak hingga Rp 174 juta.

“Penyerahan klaim ke ahli waris dilakukan oleh Bupati Ipuk Fiestiandani, Selasa (22/4) di Pendopo. Pemkab mendukung program BP Jamsostek ini,” kata Kepala BP Jamsostek Banyuwangi, Iman Santoso Achwan, di Banyuwangi, Jumat (23/4) malam.

Menurut Iman, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemkab dalam pelaksanaan program BP Jamsostek. Salah satunya, menggandeng Badan Kepegawaian Daerah/BKD maupun SKPD lain dalam pelaksaaan program BP Jamsostek. Dalam Inpres, lanjut Iman, seluruh pegawai pemerintah non aparatur sipil negara (THL), pekerja penerima upah, bukan penerima upah, Pekerja Migran Indonesia dan penyelenggara pemilu harus didaftarkan menjadi peserta.
“Jika mereka telah terlindungi, otomatis beban Pemkab Banyuwangi menjadi tanggung jawab BPJamsostek,” tegas Iman.

Pihaknya berharap, para THL di Pemkab Banyuwangi seluruhnya
dapat terlindungi jaminan sosial, termasuk para pelaku usaha mikro, sedang maupun besar.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani, menegaskan, klaim santunan BP Jamsostek menjadi bukti nyata kehadiran negara kepada pekerja yang mengalami resiko dalam bertugas.

“Bukti nyata ini semakin mengukuhkan kami mendukung implementasi Inpres No. 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan),” tegas Bupati Ipuk. (wir)