Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi berhasil mengungkap penyakit masyarakat dan aksi premanisme serta kasus tindak pidana narkotika dari operasi pekat yang digelar selama ramadhan. Dari operasi pekat ini, polisi mengungkap 5 kasus premanisme. Yakni, aksi pemalak sopir truk barang, yang dibarengi ancaman menggunakan sajam.

Sekitar 40 tersangka dari 34 kasus hasil pengungkapan operasi penyakit masyarakat yang digelar anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama jajarannya selama ramadhan sejak Maret hingga 2 April. Total kasus, yang terdiri dari 20 kasus narkoba, 9 judi dan 5 premanisme. Dimana pelaku kerap melakukan aksi pemalakan terhadap sopir truk yang dibarengi dengan ancaman senjata tajam.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, menuturkan, kasus premanisme ini dilakukan di beberapa titik jalan dan dilakukan pada malam hari saat sepi. Sedangkan pelaku judi, dilakukan dengan online dan offline, seperti togel, dan sejenisnya.

Dari para pelaku ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti, berupa sajam yang digunakan untuk aksi premanisme kartu yang digunakan untuk judi. Serta beberapa poket sabu serta alat isap. Para tersangka dijerat pasal 365 untuk perkara 365, serta 303 KUHP untuk perkara judi dan 114 UU nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika. Diharapkan dengan diadakan operasi pekat ini, masyarakat bisa menjalankan ibadah selama bulan ramadhan tanpa ada gangguan dari pihak manapun. (farid/stv)