Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Di bulan suci ramadhan, biasanya sekolah-sekolah menggelar pondok pesantren/ponpes ramadhan untuk menambah keimanan dan ketakwaan. Di masa pandemi Covid-19 ini, pondok ramadhan digelar secara berbeda.

Yakni, dengan virtual atau online. Materinya beragam. Diantaranya, mengajarkan membaca kitab salaf atau kitab kuning.

Beginilah suasana ponpes ramadhan yang digelar SD Khadijah Surabaya. Jika tahun- tahun sebelumnya, pondok ramadhan digelar secara tatap muka di sekolah, kali ini, dilakukan secara virtual atau online. Hal ini, karena situasi pandemi Covid-19 yang hingga kini masih belum berakhir.

Dalam pondok ramadhan virtual ini, beragam materi disampaikan oleh guru pendidik kepada para siswa. Diantaranya, terkait masalah seluk beluk puasa ramadhan, sholat sunah tarawih dan witir, serta kegiatan keagamaan lainnya.

“Tahun ini, siswa yang mengikuti secara online di rumahnya masing masing, juga diajarkan cara membaca dan memahami kitab salaf atau kitab kuning sejak dini. Hal ini agar kelak ketika memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi sudah mengetahui kitab kuning,” kata Kepsek SD Khadijah 2, Abdul Mujib, di Surabaya Rabu (21/4).

Meski dilakukan secara virtual, diharapkan, kegiatan pondok ramadhan kali ini bisa menambah ilmu keagamaan para siswa. Terutama, berkaitan dengan ibadah puasa ramadhan dan ibadah sunah lainnya di bulan suci ini. (irwanda/stv)