Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Posko pencarian KRI Nanggala 402 yang hilang kontak utara Bali sepertinya dipusatkan di perairan Banyuwangi. Pantauan di lokasi, Kamis (22/4) siang, sebanyak lima KRI bersiaga di perairan Utara Selat Bali, salah satunya bersandar di Pelabuhan Tanjungwangi.

Lima KRI itu masing-masing KRI Karel Sasuit Tubun, KRI Layang, KRI Hasan Basri, KRI Hiu dan KRI Singa. Lima kapal ini terlihat mulai masuk perairan Tanjungwangi sejak pagi. Kelimanya berlayar di sekitaran selat Bali. Ada juga yang sandar di Pelabuhan Tanjungwangi.

Hingga siang hari, kelimanya masih terlihat beraktivitas di sekitar pelabuhan. Sedangkan KRI Karel Sasuit Tubun terlihat sandar di dermaga. Sementara itu, di Mako Lanal Banyuwangi terlihat sebuah tenda didirikan di halaman. Dugaanya, sebagai posko Crisis Center.

Sebelumnya, KRI Soeharso juga bersandar di Pelabuhan Tanjungwangi. Namun, sejak Rabu (21/4) malam, kapal tersebut bertolak menuju lokasi pencarian KRI Nanggala di Utara Bali. KRI Nanggala dikabarkan hilang kontak di perairan Utara Bali ketika mengikuti peluncuran torpedo, Rabu (21/4) pagi. Dalam kapal tersebut dikabarkan membawa 53 personel. Dari jumlah ini, 43 diantaranya merupakan ABK dari KRI Nanggala. (wir)