Surabaya, (bisnisurabaya.com) – Sensasi menelusuri kota tua Surabaya. Memang luar biasa saat kita melakukan Napak tilas di Surabaya Bagian Utara, kita akan menemukan pesona kota ini dimasa lalu.

Para pelancong akan disuguhi pasar tradisional yaitu Pasar Atom yang merupakan pasar pecinan, Pasar Pabean yang dikenal surganya bahan makanan, Pasar Kapasan yang menjadi pusat Konfeksi. Dan tempat ibadah legendaris seperti Masjid Ampel, Gereja Katolik Santa Perawan Maria, dan Kelenteng Boen Bio Kapasan.

Saat bulan puasa tiba, umat muslim bisa dengan mudah mendapatkan aneka takjil dan makanan tradisional lainnya di kawasan ini. Karena disini banyak orang berjualan aneka gorengan, kue basah seperti lemper, pastel, koci-koci, bikang, nagasari, dan lain- lain.

Aneka es yang menyegarkan, aneka bubur dan dawet yang bercitarasa gurih nan nikmat. Menu makanan berat seperti sayur lodeh, asem, bening, sop, pecel, dan urap-urap, juga lauk ayam goreng, krengsengan daging, pepes, dan bothok, juga bisa ditemukan disini.

Bagi turis yang ingin menikmati menu makanan buka puasa dan sekaligus rehat, di kawasan ini terdapat banyak hotel. Diantaranya, Hotel Pop Stasiun Kota. Letaknya yang berada di depan Pasar Atum, sangat mudah dijangkau wisatawan.

“Bagi tamu yang buka puasa disini disediakan menu yang ganti tiap hari, ” kata General Manager/GM Damanik, yang didampingi Cheff Agung Prabowo, kepada bisnissurabaya.com, Rabu, (21/4).

Memang benar di hotel ini, tamu dimanjakan dengan menu khusus yang lengkap. Mulai dari apetizer, makanan pembuka, main menu, menu utama dan dessert/makanan penutup. Misalnya saja tamu datang hari Rabu, mereka bisa menikmati menu nasi, mie goreng, cah kangkung jamur, ayam balado, nila goreng, bakso, aneka gorengan, kolak, es buah, dan kurma.

“Selain harganya murah, hanya Rp 59.888 per paket, pengunjung berhak mendapatkan voucher undian dua untai kalung emas,” jelas perempuan manis yang akrab disapa Odek ini.

Dua untai kalung emas senilai Rp 2,5 juta ini merupakan persembahan tanda cinta dari hotel kepada para tamu setia yang buka puasa di hotel ini.
Selain itu, pengunjung dimanjakan dengan diorama miniatur hewan onta yang merupakan hewan khas tanah Arab di Timur Tengah.

“Miniatur onta dan Masjid Ampel tersebut terbuat dari barang bekas. Karena kami menerapkan reuse, menggunakan kembali dan recycle, mendaur ulang,” tambah penggemar lagu tempo dulu ini. (nanang)