Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Palang Merah Indonesia Kota Surabaya menyatakan ketersediaan darah di unit tranfusi darah PMI saat ini krisis/terbatas. Krisis darah ini menjadi yang terburuk dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, PMI harus meminta bantuan dari utd daerah lain untuk memenuhi kebutuhan darah di Kota Surabaya.

Penegasan itu dikemukakan Kepala Unit Transfusi Darah/UTD PMI Surabaya, Budi Arifah, di Surabaya Selasa (20/4). Budi menyebut stok darah di PMI Surabaya habis. Bahkan, untuk semua golongan darah tidak lagi tersedia.

Budi Arifah, menyadari penurunan tersebut disebabkan beberapa hal. Diantaranya, ramadhan. Karena pada puasa tahun sebelumnya stok darah selalu menurun. Selain itu, juga vaksinasi covid-19 juga membuat stok darah menjadi krisis. Vaksinasi ini sangat berpengaruh.

Sebab penerima vaksin sinovac baru bisa mendonorkan darah 2 minggu sesudah vaksin kedua dan astrazeneca 8 sampai 11 minggu setelah vaksin kedua. Untuk menarik antusiasme pendonor, PMI Kota Surabaya memberikan apresiasi terhadap para pendonor. Mulai dengan pemberian cenderamata, sembako, hingga undian untuk mendapatkan hadiah motor. (irwanda/stv)