Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sejak Februari 2021, petugas Satlantas Polrestabes Surabaya, kembali memberlakukan ETLE atau Electronic Traffic Law Enformance, atau yang biasa disebut e-tilang. Dari data yang didapat, sebulan terakhir periode 19 Maret hingga 19 April 2021, pelanggar lalu lintas yang terekam e-tilang mencapai 4.500 pelanggar, yang mayoritas atau didominasi oleh penerobos lampu merah.

Setelah sempat dihentikan saat awal pandemi Covid-19, petugas Satlantas Polrestabes Surabaya, memberlakukan kembali ETLE atau Electronic Traffic Law Enformance, e-tilang di Kota Surabaya. Bahkan, jumlahnya ditambah menjadi 39 kamera e-tilang yang tersebar di seluruh jalanan kota Surabaya.

Padahal awalnya kamera pengawas ini hanya di pasang di 18 titik saja. Petugas juga telah merilis data pelaksanaan e-tilang di kota Surabaya. Satu bulan terakhir dalam periode 19 Maret hingga 19 April, pelanggar lalu lintas yang terekam e-tilang mencapai 4.500 pelanggar.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra, mengatakan, saat resmi diberlakukan kembali, kamera e-tilang berhasil merekam pelanggar lalu lintas sebanyak 150 orang tiap harinya.

Rata-rata pelanggaran mereka seperti melawan arus, tidak menggunakan safety belt dan melanggar marka. Namun, pelanggaran yang paling banyak atau mendominasi adalah melanggar atau menerobos lampu merah atau traffic light.

Alur penegakan hukumnya tak jauh beda dengan sebelumnya. Pelanggar yang terekam kamera e-tilang akan dikirimi surat tilang dan harus mengkonfirmasi di Posko Gakkum e-tilang di Gedung Siola Surabaya. (farid/stv)