Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kumandang adzan menjadi pertanda masuknya ibadah sholat fardu bagi umat muslim. Jelang adzan dikumandangkan, biasanya terdengar lantunan suara pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sya’ir tanpo watob, dan salawat tarhim.

Di Surabaya kumandang adzan dan lantunan penuh rahmat tersebut tidak lepas dari peran Radio Yayasan Masjid Rahmat atau yang dikenal dengan Yasmara. Sejak 1967, radio ini terus istiqomah dalam menjaga waktu adzan dan menjadi pionir kumandang adzan di Jawa Timur/Jatim.

Beginilah kondisi Radio Yasmara Surabaya yang ada di kawasan Kembang Kuning Surabaya. Radio yang berdiri sejak 1967 ini mengudara dengan gelombang AM Frekuensi 115 khz ini menjadi tolok ukur kumandang adzan masjid- masjid se-Jatim.

Di era sekarang, radio ini masih istiqomah dalam menjaga waktu adzan dan sebelum adzan, sya’ir – sya’ir dan ceramah selalu diputar di berbagai masjid di Jatim. Wakil Ketua Yayasan Masjid Rahmat, Mansur, menjelaskan, jika di masid ini menjadi acuan masjid lain dalam menentukan waktu adzan. Karena, di Masjid Rahmat selalu menjaga secara istiqomah waktu adzan tersebut.

Bahkan, jika masjid atau Radio Yasmara belum melantunkan adzan, masjid lainnya juga belum mulai adzan. Sementara itu, Ahmad Alhadi, yang sudah 15 tahun bekerja sebagai penyiar, mengaku, jika Radio Yasmara selalu menjaga waktu sholat secara istiqomah.

Seperti, sebelum waktu sholat ada musik- musik religi dan ceramah dari beberapa kyai. Juga ada bacaan ayat suci Al-Qur’an langsung dari Masjid Rahmat sekaligus dengan adzan.Seiring berjalannya waktu, Radio Yasmara mengalami pembaharuan mengikuti dinamika zaman. Namun, tetap bertahan menjadi radio pionir kumandang adzan di Jatim. (irwanda/stv)