Gresik, (bisnissurabaya.com) – Para Anggota DPRD Gresik saat ini sedang melakukan sosialisasi perundang- undangan. Berbagai macam peraturan disosialisasikan kepada masyarakat, sampai Juni 2021.

Seperti yang dilakukan Khoirul Huda, dari Partai Persatuan Pembangunan/PPP, politikus ini menyosialisasikan bahaya penyakit menular.

Dalam kaitan sosialisasi ini, pihaknya berharap, kepada pemerintah harus memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait bahayanya penyakit menular. Hal Ini disampaikan pria yang akrab disapa Huda, dalam acara Sosialisasi Perundang-undangan tahap II Tahun 2021 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik yang dilaksanakan di Desa Suci Kecamatan Manyar, Minggu (18/4).

“Pemerintah harus memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait bahaya penyakit menular,” katanya.
Hal ini menurut Huda, disebabkan karena di Gresik telah ditemukan bermacam-macam penyakit berbahaya dan saat itu pemeritah belum optimal menanganinya.

“Pemerintah saat itu belum optimal dalam penanganan penyakit berbahaya,” tambahnya.
Namun demikian, Anggota Komisi 4 DPRD Gresik ini juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten/Pemkab Gresik yang baru.

Yaitu, dibawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani, dalam rangka menyelesaikan masalah penyakit menular ini.
“Insya Allah, pada tahun ini, pak bupati telah mempersiapkan pembangunan Rumah Sakit di daerah Gresik selatan sebagai bentuk komitmennya dalam peningkatan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Dalam Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan DPRD Gresik Tahap II ini ada tiga Peraturan Bupati/Perbup yang disampaikan. Yaitu pertama,
Perbup No 18 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

Kedua, Perbup No 11 Tahun 2020 Tentang Fasilitas Pencegahan dan Penanggulangan Narkotika dan Prekursor Narkotika. Dan ketiga, Perbup No 10 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency syndrome (Aids).

Tampil sebagai pemateri Anggota DPRD Gresik yaitu Lilik Hidayati, Anggota Komisi II dan
Khoirul Huda Anggota Komisi IV sendiri. Acara dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan dibagi menjadi dua sesi untuk mencegah kerumunan. (sam)