Jakarta, (bisnissurabaya.com) – PT Pos Indonesia akan meluncurkan sebuah ekosistem besar bisnis dan jasa yang berprinsip syariah dengan melibatkan banyak stakeholder dari kalangan pelaku usaha. Mulai, perbankan, SRO dan regulator.

Ekosistem ini mengintegrasikan banyak pihak untuk dapat aktif melakukan transaksi perdagangan, bisnis, jasa, dan utilitas dengan pengawasan beberapa lembaga regulator di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen. Penegasan itu dikemukakan Kepala Proyek Pengembangan Bisnis Syariah PT Pos Indonesia, Teddy Sumirat Bassar, dalam konferensi pers Soft Lanching Ekosistem PosGo Syariah di Gedung Pos Ibukota Jakarta, Jl Lapangan Banteng Utara, Jakarta Pusat, Jumat (16/4).

Ekosistem bernama PosGo Syariah ini dikembangkan PT Pos Indonesia dengan memiliki 6 fitur unggulan. Yaitu, PosGold sebagai platform perdagangan fisik emas secara digital dibawah pengawasan dan peraturan yang ditetapkan Bappebti, Pos Pay sebagai layanan Payment Gateway dan E-Wallet yang telah dikembangkan PT Pos Indonesia dengan basis rekening Giro Pos. Kemudian, switch sebuah bentuk layanan interaksi transfer antar pengguna, Gold To Mecca yang merupakan layanan jasa pengelolaan aset secara langsung oleh masyarakat untuk perjalanan ibadah haji dan umroh.

Ziswaf, menurut dia, sebuah layanan untuk aktifitas zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf dalam skema interaksi langsung masyarakat dengan para pengelolanya, serta halal hub sebagai platform aktivitas transaksi bisnis dalam segala bentuk. Namun, pelaku usaha harus tersertifikasi halal oleh lembaga yang berkompeten.

Salah satu backbone utama dalam ekosistem bisnis PosGo Syariah adalah platform perdagangan fisik emas secara digital PosGold yang dikembangkan bersama Bullion Ecosystem International, ABI Komoditi Berjangka, dan proses dukungan transaksi perdagangan difasilitasi oleh Bursa Komoditi & Derivatif Indonesia (Indonesia Commodity & Derivatives Exchange)-ICDX, serta proses kliring transaksi perdagangan dilakukan bersama Indonesia Clearing House–ICH.

ICDX dan ICH bersama mitra strategis Allocated Bullion Exchange (ABX), Australia dan Kinesis AG, Liechtenstein memberikan akses ke sistem perdagangan fisik emas international secara luas untuk PT Pos Indonesia dan memberikan kepastian pasokan likuiditas pasar untuk transaksi pembelian fisik emas, termasuk pasokan likuditas tunai untuk transaksi penjualan fisik emas secara langsung ke sistem likuiditas pasar international.

Volume transaksi yang mencapai US$ 1,2 miliar pada Maret 2021 dalam sistem transaksi Kinesis AG, diprediksi akan mampu memberikan pasokan likuiditas terukur untuk PT Pos Indonesia, sekaligus sebagai bentuk proteksi terhadap proses transaksi yang dilakukan masyarakat. Setiap transaksi terkoneksi dan terintegrasi ke sistem perbankan secara langsung, online dan real-time.

Demikian juga halnya dengan sistem logistic. Proteksi untuk setiap transaksi masyarakat menjadi prinsip utama yang ditekankan dalam ekosistem PosGo Syariah. Untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat perdagangan utama fisik emas dan logam mulia lainnya di wilayah Asean dan Dunia, PT Pos Indonesia dengan mitra bisnis Kinesis AG dan OZL Liechtenstein bersama ICDX serta ICH, telah melakukan penandatanganan MOU dan akan membentuk sebuah konsorsium bisnis untuk merealisasikan pembangunan proyek fasilitas vault internasional yang pertama di Indonesia.

Dengan keberadaan fasilitas vault internasional di Indonesia, diharapkan akan menarik minat para pelaku perdagangan dari negara lain untuk melakukan transaksi di Indonesia, sekaligus dapat menjadi parameter untuk pengelolaan sistem moneter yang kredibel di Indonesia. (varia)