Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Barisan Gus dan Santri/Baguss, bertekad membangkitkan ekonomi pesantren, menuju halal cultur dan industri. Sebagai langkah awal, dilakukan silaturahim sekaligus sarasehan terkait kemandirian pesantren dan penguatan ekonomi.

Sejumlah perwakilan anggota Baguss Jawa Timur/Jatim menghadiri sarasehan kemandirian pesantren dan penguatan ekonomi. Acara ini sebagai langkah awal untuk menuju pesantren yang mandiri dengan menghasilkan produk-produk halal dan bisa membantu perekonomian pesantren kedepan.

Ketua Umum DPP Baguss KH Fahmi Amrullah Hadzik, mengatakan, pertemuan antar pengurus se-Jatim kali ini membahas peluang dan potensi ekonomi di komunitas pesantren. ‘’Selama ini potensi ekonomi pesantren tidak begitu tergali, maka sekarang dimulai untuk bangkit menghidupkan ekonomi umat, ekonomi pesantren, dengan berbagai macam produk,’’ kata KH Fahmi Amrullah Hadzik, di Surabaya Selasa (13/4).

Sementara itu, Direktur Pasca Sarjana Unisma, Prof Mas’ud, menambahkan, pesantren punya sejarah panjang. Baik itu, sejarah keilmuan, kebudayaan, maupun networking. Produk-produk pesantren sangat banyak dan nyambung dengan kebijakan Gubernur Jatim one pesantren one product, opop.

‘’Dengan produk yang dihasilkan, pesantren bisa mengambil peran dalam halal culture atau industri halal. Karena, berbagai negara di dunia di zaman sekarang lebih menyukai produk halal karena kebersihan lebih terjamin dan lebih sehat,’’ kata Prof Mas’ud.

Dengan menuju ke halal culture, diharapkan, pesantren melalui barisan gus dan santri tersebut bisa dikuatkan untuk mendukung, memproduksi dan menjadi pemain didalam halal culture dan industry. (irwanda/stv)