Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Banjir yang kerap merendam jalanan protokol Kota Banyuwangi, mendapat sorotan dari DPRD setempat. Mereka minta perencanaan infrastruktur kota dikaji ulang. Sebab, beberapa tahun terakhir marak berdiri bangunan baru.

Termasuk, infrastruktur saluran air. Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Fiky Septalinda, mengatakan, dibutuhkan perencanaan besar untuk menanggulangi potensi banjir di wilayah kota. Karena itu, pihaknya akan mendorong eksekutif membuat perencanaan ulang agar banjir tidak menjadi langganan.

Menurut dia, dibandingkan lima tahun lalu, sekarang lebih sering banjir di kota. “Hujan sebentar, sudah banjir. Ini perlu perencanaan ulang infrastruktur, kata politisi PDIP ini, Senin (12/4) siang.

Pihaknya akan mengundang eksekutif terkait fenomena ini. Sehingga, persoalan banjir di wilayah kota Banyuwangi bisa segera ditemukan solusinya. Apalagi, banjir kerap menghantui jalan protokol depan Kantor Pemkab. Keluhan soal banjir ini banyak masuk ke kami. “Kami akan bahas dan ditindaklanjuti,” tegasnya. “Pihaknya khawatir, belum ada pembaruan perencanaan terkait antisipasi banjir ini. Meski kerap dilakukan perbaikan infrastruktur,” tambah Fiky, sambil menjelaskan banjir masih saja terjadi di kota. Memang banyak penanganan infratsruktur, tapi banjir masih saja ada di kota, imbuhnya.

Pihaknya prihatin dengan banjir yang kerap melanda pusat kota Banyuwangi. Padahal, kota adalah wajah daerah. Jika dibiarkan, lanjut Fiky, pihaknya khawatir akan berdampak pada kesan pariwisata.

Fiky mengusulkan ada ada penataan drainase dan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dalam mengatasi banjir. Apalagi, tak hanya di kota, pesatnya pembangunan juga terjadi di daerah atas kota Banyuwangi.

Selain persoalan banjir, pihaknya membuka posko pengaduan akses jalan rusak. “Keluhan jalan rusak ini juga banyak. Semua pengaduan kami tampung, lalu kita jadikan bahan rapat kerja dengan eksekutif,” pungkasnya. (wir)