Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Persoalan izin pengelolaan eks Penjara Koblen sebagai pasar, yang dipersoalkan Komisi B DPRD Kota Surabaya, akhirnya menemui titik terang. Dalam hearing bersama Dinas Pariwisata Kota Surabaya, pihak pengelola Koblen menyatakan, komitmennya untuk membangun Koblen sebagai Pasar Pariwisata.

Polemik eks Penjara Koblen, akhirnya menemukan titik terang atas izin pengelolaan koblen yang dipermasalahkan Komisi B DPRD Kota Surabaya.
Pada hearing ketiga kalinya, yang diikuti Dinas Pariwisata Kota Surabaya dan Pihak Pengelola Pasar Koblen ini, Komisi B yang membidangi perekonomian memberikan lampu hijau atas pengelolaan Koblen.

Akan tetapi, Komisi B minta pengelola berkomitmen agar pasar koblen dijadikan sebagai pasar wisata, bukan hanya pasar buah dan sayur. Menyikapi usulan Komisi B, pihak pengelola koblen, yang diwakilkan Peter Sulilo, sebagai Tim Advokasi Koblen, menyatakan, komitmennya untuk membangun eks penjara koblen sebagai pusat Pasar Wisata dan edukasi di Surabaya.

Sementara, Mahfudz, Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, menegaskan, sebenarnya pihaknya tidak pernah setuju dengan izin pengelolaan Koblen, menjadi Pasar Sayur dan Buah karena lokasi tersebut sebagai Cagar Budaya tipe-C. Meski begitu, Komisi B tetap menunggu komitmen pengelola koblen untuk membangun koblen sebagai Pasar Wisata.

Diketahui, persoalan izin pengelolaan eks penjara koblen ini intens dibahas oleh Komisi B DPRD Surabaya, karena Pemkot Surabaya diduga melakukman pelanggaran terhadap perda dan UU tentang cagar budaya, atas pemberiaan izin yang tidak sesuai peruntukannya. (stady)