Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Jajaran Polresta Banyuwangi mendapat tangkapan istimewa. Jaringan penjualan senjata api (senpi) ilegal berhasil dibongkar. Dari kasus ini, polisi meringkus empat tersangka. Satu diantaranya, pembuat senpi.

Yang mengejutkan, senpi yang diproduksi jenis laras panjang alias senjata serbu. Empat tersangka, masing-masing NM, IPW, AW dan CS, seluruhnya warga Banyuwangi.

Dari keempatnya, NM berperan sebagai pembuat senpi ilegal. Kasus ini dibongkar jajaran Reskrim Polresta Banyuwangi, Jumat (9/4) kemarin.

“Sekitar pukul 15.00 WIB, satu tersangka digerebek di rumahnya di daerah Kecamatan Giri,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko, didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara S, di Mapolresta Banyuwangi, Sabtu (10/4) siang. Dari hasil penggerebekan di rumah NM, ditemukan sejumlah peralatan membuat senpi.

Termasuk, senjata laras panjang caliber 5,6. Ada juga bubuk mesiu. “Motif membuat senpi ilegal ini karena faktor ekonomi,” tegas Gatot.

Setelah NM terciduk, polisi mengembangkan kasus ini. Hasilnya, tiga tersangka dibekuk. Perannya, sebagai perantara, penjual hingga pamasok bahan.

Motifnya juga sama. Tergiur ekonomi. Para tersangka seluruhnya ditahan di Mapolresta. “Pengembangan selanjutnya, jajaran Reskrimum Polda Jatim akan memback-up, Polresta Banyuwangi,” pungkasnya.

Para tersangka diancam dengan UU Darurat No.12 tahun 1951. Ancamannya minimal 20 tahun penjara. Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara, menjelaskan tersangka NM merupakan pemilik home industry senpi ilegal tersebut.

Tersangka menjual senpi laras panjang seharga Rp 16 juta, sedangkan pistol sekitar Rp 6 juta. Total barang bukti yang diamankan sebanyak 36 jenis.

Mulai senpi laras panjang, dua pistol, amunisi, mesiu hingga peralatan bubut. Hasil penyidikan, tersangka beroperasi sejak tahun 2018. Sedikitnya 9 senpi sudah diproduksi. Dari jumlah ini, tujuh diantaranya sudah beredar ke beberapa wilayah, termasuk luar Jawa Timur/Jatim. Pengakuan tersangka, senpi itu digunakan untuk berburu. Tapi, masih kita kembangkan terus, tegasnya. (wir)