Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Banyuwangi berkembang pesat. Tak hanya di kota, pengembangan kampus juga masif di kawasan pedesaan. Terutama di Banyuwangi Selatan. Seperti dilakukan Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung, Kecamatan Tegalsari. Lembaga ini membuka kampus baru (kampus 2) di Dusun Sumberkembang, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, tak jauh dari kampus pusat di areal Pondok Pesantren (Ponpes) Blokagung.

Hebatnya, kampus baru dibuat lebih megah. Luasnya, 4,5 hektar. Berlantai tiga. Rencananya, dilengkapi asrama putra-putri berkapasitas 5.000 orang, laboratorium, gedung olahraga, perumahan dosen hingga aula yang bisa dimanfaatkan masyarakat umum. Ini bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan IAIDA, kita tambah kampus 2, sekaligus persiapan menuju universitas.

“Kami juga ikut mengembangkan kawasan Banyuwangi Selatan untuk pusat pendidikan tinggi berbasis ponpes,” kata Rektor IAIDA Blokagung, Munib Syafaat, LC,MEI di Banyuwangi Sabtu (10/4) siang. Ia menjelaskan, kampus 2 ini lokasinya strategis. Luasnya memadai. Sehingga, bisa dijadikan pusat pendidikan tinggi berbasis ponpes. Sementara ini, sudah ada 3 Fakultas dengan 8 program studi. Kedepan, kami akan tingkatkan menjadi Universitas dan pasca-sarjana, namun tetap berbasis ponpes, tegas anggota DPRD Banyuwangi itu.

Pria yang akrab dipanggil Gus Munib, ini melanjutkan, pihaknya sudah meneken kerja sama dengan sejumlah lembaga untuk pengembangan kampus. Diantaranya, kalangan media, asosiasi kepala desa dan perusahaan.

Khusus perusahaan, pihaknya akan menjadi penyedia bagi calon tenaga kerja. Mewakili Pemkab, Camat Tegalsari Satrio, memberikan, apresiasi pengembangan kampus IAIDA.

Menurut dia, kampus ini beda dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya. Sebab, menggabungkan ilmu modern dengan ponpes. Tentunya, lulusan memiliki kemampuan ganda, tegasnya.

Pihaknya mengapresiasi kiprah IAIDA yang ikut mendukung peningkatan BUMDes di Banyuwangi.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Blokagung, KH. Hisyam Syafaat, mengatakan, pengembangan pendidikan di ponpesnya melalui proses panjang. Dan, ini merupakan cita-cita dari pendiri Ponpes Blokagung, Kiai Syafaat (alm).

Sejak dulu, almarhum bapak selalu berpesan ke anak-anaknya, pendidikan itu penting. Ini juga bagian dari sodakoh, ujarnya. Alumni Ponpes Blokagung tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Pihaknya juga terus mengembangkan kemampuan pendidikan formal selain ponpes. Mulai MI hingga perguruan tinggi, termasuk akademi vokasi atau komunitas. (wir)