Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi membongkar peredaran regulator LPG, yang tidak sesuai dengan badan standarisasi nasional, atau SNI. Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan 34.000 unit regulator bertekanan rendah yang disimpan di dua gudang di Kota Surabaya.

Senin (5/4) siang, polisi merilis barang bukti sitaan, regulator tak berizin, atau tidak memiliki uji standar SNI yang beredar luas dimasyarakat. Seluruh regulator LPG tak ber-SNI ini, merupakan hasil sitaan dari seorang produsen dan lima distributor, yang disimpan di dua gudang, di Komplek Pergudangan Margomulyo Surabaya.

Dua merk yang disita polisi adalah starcom dan com destec, dimana regulator LPG ini tidak memiliki kemampuan menahan tekanan sesuai standar dari badan standarisasi nasional.

“Hasil uji Laboraturium Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, B-4-T serta Balai Besar Logam dan Mesin/BBLM, dua merk regulator yang diperdagangkan ke masyarakat ini sangat berbahaya. Karena rawan mengalami kebocoran, atau pemicu kebakaran dan ledakan,” kata Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, di Surabaya Selasa (6/4).

Dari pengungkapan ini, polisi menangkap Indra Mustakim (71) warga Jakarta, selaku produsen dan Direktur PT Cipta Orion Metal dan diancam dengan pasal 113 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan pasal 66 UU nomor 20 tahun 2014 tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian, dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

Polisi menghimbau, jika masyarakat lebih waspada dengan menggunakan regulator LPG yang telah mengantongi uji kelayakan SNI. Polda Jatim juga menghimbau kepada masyarakat jika menemukan regulator LPG bermerk starcom dan com-destec agar segera melaporkan ke kepolisian. (feri/stv)