Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK menyatroni rumah mantan Bupati Gresik Sambari Halim, di Perumahan Mulia Residence Mulyorejo, Surabaya. Petugas KPK hanya satu jam di rumah Sambari.

Kedatangan KPK ini diduga terkait dengan kasus korupsi PDAM Gresik senilai Rp 133 miliar. Kehadiran petugas KPK di rumah milik mantan Bupati Gresik, Sambari Halim, di Perumahan Mulia Residence Block C-1 Mulyorejo, Surabaya ini terjadi Kamis (8/4) sore. Ada dua petugas KPK yang masuk ke dalam rumah mewah berlantai dua milik sang mantan bupati. Namun, wartawan tidak bisa masuk kedalam kompleks perumahan, karena dilarang petugas security setempat.

Kedatangan petugas PKP tersebut diduga berkaitan dengan pemeriksaan kasus korupsi di PDAM Gresik sebesar Rp 133 miliar pada 2012, saat Sambari menjadi Bupati Gresik.

Petugas KPK yang datang ke rumah Sambari ini tidak lama, hanya satu jam. Setelah itu, mereka pergi tanpa membawa berkas.

Salah seorang pegawai Sambari, Angga, yang menemui wartawan di pintu gerbang perumahan, membantah kedatangan KPK ini untuk melakukan pemeriksaan kepada sang mantan bupati. Namun, dirinya tidak tahu apa keperluan petugas KPK datang ke rumah itu.

Sambari Halim, tinggal di Perumahan Mulia Residence Block C-1 Surabaya sejak dua bulan terakhir, karena sakit stroke. Sambari, tinggal di rumah tersebut karena untuk berobat di salah satu rumah sakit di Surabaya, yang dekat dengan rumahnya. (irwanda/stv)