Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Maraknya pertambangan galian C di Banyuwangi mendapat perhatian serius jajaran Komisi IV DPRD setempat. Wakil rakyat yang membidangi infrastruktur ini mengkritisi penanganan dampak tambang.

Sebab, kerusakan alam yang ditimbulkan cukup mengkhawatirkan. Mirisnya lagi, lokasi yang ditambang kebanyakan lahan pertanian produktif.

Selain kerusakan alam, infratsruktur jalan ikut rusak akibat armada galian C. Padahal, dibangun menggunakan anggaran daerah. Ini menjadi perhatian serius kami. “Lahan produkif dijadikan tambang galian C. Selain alamnya rusak, infrastruktur jalan ikut terdampak,” kata Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Fiky Septalinda usai memimpin sidak galian C, Kamis (8/4) siang.

Sedikitnya, empat titik galian C yang didatangi Komisi IV. Masing-masing, satu titik di Kecamatan Kalipuro, dan tiga titik di Kecamatan Singojuruh.
Hasil sidak, lanjut Fiky, pihaknya mendapati kerusakan alam yang memprihatinkan. Luas lahan yang ditambang rata-rata 10-20 hektar. Kedalamannya hingga lebih 10 meter.

Yang dikhawatirkan, pasca ditambang, mau dijadikan apa lahannya. Lalu, kerusakan jalan yang ditimbulkan bagaimana. “Apakah cukup dengan diuruk oleh pemilik galian C, kritik politisi PDIP tersebut. Galian C yang berizin,” kata Fiky.

Sebaliknya, galian C yang ilegal dipertanyakan kontribusinya ke daerah.
Selama ini, lanjut Fiky, perizinan galian C berada di provinsi. Terkait penindakan, menjadi wewenang kepolisian. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian terkait perizinan.

Dan Dinas Pertanian terkait kelanjutan lahan. Selanjutnya, Dinas PU untuk memastikan penanganan kerusakan infrastruktur jalan.
Pihaknya berharap, kerusakan alam akibat galian C bisa mendapatkan perhatian berbagai pihak.

Sebab, Banyuwangi dikenal sebagai lumbung padi. “Jangan sampai, ketahanan pangan kita terganggu akibat banyaknya galian C di lahan produktif,” tegasnya. Terkait hasil sidak, pihaknya akan menggodok di tingkat internal DPRD. (wir)