Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Menjelang bulan puasa, Polresta Banyuwangi bergerak cepat memburu para pelaku kejahatan. Hanya dua minggu, sebanyak 354 kasus berhasil dibongkar. Dari jumlah ini, 439 tersangka digulung. Mayoritas kasus premanisme, total 177 kasus dengan 220 tersangka.

Selanjutnya, kasus peredaran minuman keras (miras) sebanyak 92 kasus dengan 105 tersangka. “Ini hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) mulai 22 Maret hingga 2 April 2021. Sasaran kejahatan jalanan hingga penyalahgunaan narkoba,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifudin, di Banyuwangi, Kamis (8/4) pagi.

Kasus narkoba juga lumayan besar. Polisi membongkar 37 kasus dengan 45 tersangka. Total barang bukti 25 paket sabu, beratnya hampir 1,5 ons. Aksi perjudian berhasil dibongkar hingga 39 kasus dengan 61 tersangka.

Ada juga kasus prostitusi online dengan 4 tersangka. Yang menarik, prostitusi ini menggunakan media sosial baru kelas menengah. “Kami bisa bongkar dengan operasi cyber,” jelas Kapolresta. Selain prostitusi, polisi membongkar 2 kasus dengan 2 tersangka.

“Dari sekian kasus yang diungkap, 386 diantaranya hasil penindakan di tingkat Polsek. Sisanya, Satuan Reskrim dan Resnarkoba Polresta,” tegas Arman. Para pelaku ada yang diamankan di Polsek dan Polresta.

Operasi pekat ini, lanjut Arman, untuk mewujudkan kondisi aman sebelum puasa Ramadhan. (wir)