Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Aparat gabungan petugas keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)

dan Polresta Banyuwangi menggelar razia di Lapas setempat, Selasa (6/4) malam. Hasilnya, petugas menyita lima buah ponsel dan beberapa senjata tajam.

Seluruhnya langsung dimusnahkan usai razia.
Selain benda berbahaya itu, diamankan juga beberapa barang berbahaya lainnya. Seperti, gantungan baju berbahan kawat, korek api gas, obeng dan potongan besi. “Ini sebenarnya pemeriksaan rutin. Tapi, kali ini kita gandeng polisi. Kegiatan ini berlangsung serentak sesuai arahan Dirjen,” kata Kepala Lapas kelas 2A Banyuwangi, Wahyu Indarto usai memimpin razia.

Dijelaskan, razia kali ini juga menyasar kemungkinan peredaran narkoba di LP. “Karena di Banyuwangi belum ada Badan Narkotika Kabupaten, kami mengajak personel Polresta,” jelasnya. Namun, kata Wahyu, tak ditemukan narkoba di seluruh sel yang dirazia.

Menurut dia, barang-barang yang disita dari sel berkategori berbahaya. Terutama, ponsel. Dikhawatirkan, bisa digunakan transaksi para pelaku narkoba. “Kita sudah perketat pemeriksaan di seluruh sel dan pintu masuk bagi pembesuk, tapi masih ada barang terlarang yang lolos,” imbuhnya.

Warga binaan Lapas yang kedapatan menyimpan barang berbahaya, lanjut Wahyu, akan diberikan sanksi sesuai aturan. Mulai sel khusus hingga sanksi administrasi, tergantung hasil pemeriksaan. Saat ini, penghuni Lapas Banyuwangi sebanyak 903 orang. Jumlah ini, melebihi kapasitas normal yang hanya 260 orang. Overload penghuni ini membuat petugas harus ekstra ketat melakukan pengawasan dan pemeriksaan. (wir)