Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pasca penangkapan dan penggeledahan rumah Suyitno, terduga teroris di kawasan kampung padat penduduk di Jalan Simorejo Sari A Gang 5 Surabaya, oleh Tim Densus 88 Anti Terror Mabes Polri. Meski demikian, suasana kampung nampak seperti biasa.

Dari dalam rumah terduga teroris yang berprofesi sebagai pedagang sembako, petugas mengamankan puluhan unit telepon genggam jadul, kotak amal kosong, buku jihad dan sejumlah buku rekening bank. ‌Beginilah suasana rumah Suyitno, yang tinggal bersama istri, dua anak dan ibu mertuanya di kawasan padat penduduk di Jalan Simorejo Sari A Gang 5 nomor 6-A Kecamatan Sukomanunggal Surabaya. Tim Densus 88 Anti Terror Mabes Polri melakukan penggeledahan ke sejumlah ruangan di rumah Suyitno, untuk mencari barang bukti. Selain fokus pada kamar terduga teroris, Tim Densus 88 juga mengeledah gudang dan dapur rumah Suyitno, yang sudah dihuninya sejak 2008 lalu. Menurut Sulistiya Ningsih, istri terduga teroris, puluhan petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, kotak amal kosong, buku jihad, buku rekening bank dan puluhan unit telepon genggam jadul.

“Saya berharap bisa segera mengetahui keberadaan Suyitno dan selama ini, istri dan ibu mertua tidak melihat adanya aktifitas yang mencurigakan,” kata Istri Terduga Teroris, Sulistiya Ningsih, di Surabaya Jumat (2/4).

Sementara itu, Fauzi, Ketua RT 04 RW 06 Simorejo Sari A, mengatakan,
Suyitno, yang mempunyai usaha toko klontong sembako di kawasan Jalan Simo Pomahan ini dikenal tidak tertutup dengan mengikuti sejumlah kegiatan kampung.

Penangkapan terduga teroris warga Surabaya ini merupakan jaringan Jamaah Islamiyyah dan tidak terkait dengan aksi bom bunuh diri di Makasar dan serangan teroris di Mabes Polri Jakarta. Seperti diketahui, Tim Densus pada Jumat, 2 April 2021 melakukan penangkapan dua orang terduga teroris di tempat berbeda. Yakni di Surabaya dan Tuban di Jatim. (farid/stv)