Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya, kembali melakukan sosialisasi kepada puluhan pelaku usaha rekreasi hiburan umum/RHU di Surabaya, sebelum kembali dibuka.

Dalam sosialisasi yang disampaikan, seluruh pelaku usaha RHU seperti bioskop hingga rumah karaoke dan tempat hiburan malam, wajib melakukan SWAB seluruh karyawan, termasuk mengajukan asesmen protokol kesehatan kepada Satgas Covid-19 Pemkot Surabaya. Dalam sosialisasi ini, Kepala Bakesbangpol Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menyatakan, deposit Rp 100 juta tidak akan diterapkan.

Pemkot Surabaya, melalui Bakesbangpol Linmas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pariwisata, melakukan sosialisasi SOP protokol kesehatan kepada puluhan pelaku usaha RHU, di ruang sidang Wali Kota Surabaya. sosialisasi ini dilakukan, agar seluruh pelaku usaha RHU, mulai dari bioskop, rumah karaoke hingga tempat hiburan malam mentaati aturan dan protokol kesehatan, sebelum seluruh tempat usaha kembali dibuka oleh Pemkot Surabaya.

Ada beberapa poin penting yang harus dijalani. Diantaranya, wajib SWAB bagi seluruh karyawan di tempat usaha RHU, serta pengajuan asesmen protokol kesehatan tempat usaha selambat-lambatnya 14 hari sebelum dibuka, pasca aturan perubahan perwali yang baru, diundangkan. Dari sosialisasi ini, tidak lagi dibahas deposit Rp 100 juta bagi usaha RHU sebelum buka. Pasalnya, rencana deposit tersebut, belum bisa diterapkan berdasarkan pembahasan bersama ahli hukum. Akan tetapi, bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan, Pemkot Surabaya mengancam tidak hanya melakukan penghentian operasional dan penyegelan tempat usaha, tetapi juga akan mengenakan sanksi denda yang jumlahnya bisa mencapai Rp 100 juta.

Dengan adanya aturan-aturan dari Pemkot surabaya tersebut, Ketua Himpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum/Hiperhu Surabaya, George Handiwiyanto, menyatakan, akan mentaati segala aturan dari Pemkot Surabaya, termasuk aturan jam malam. “Tapi, dari aturan wajib swab, Hiperhu Surabaya mengajukan usulan agar kewajiban SWAB diganti dengan wajib vaksin, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bersama,” kata George Handiwiyanto, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis (1/4).

Dari hasil sosialisasi yang telah disepakati ini, aturan yang baru dari perubahan Perwali Surabaya nomor 67 tahun 2020 akan segera ditanda tangani oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk kemudian diundangkan dan diberlakukan. (stady/stv)