Banyuwangi (bisnissurabaya.com) – Banyaknya lulusan Balai Latihan Kerja/BLK di Indonesia menuai kekhawatiran baru. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi/Menakertrans, Ida Fauziah, khawatir BLK justru menjadi penyumbang pengangguran baru.

Pejabat ini mendorong BLK melakukan perombakan dan inovasi. Sehingga, lulusan BLK langsung terserap di dunia kerja ketika selesai pelatihan.

“BLK harus mengubah secara total menjadi balai latihan vokasi. Lulusannya memiliki kompetensi yang berdaya saing nasional dan internasional,” kata Ida Fauziah disela kunjungan kerja di BLK Banyuwangi, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Jumat (2/4) sore.

Menurut Ida, BLK harus bisa naik kelas. Caranya, BLK mendorong penempatan tenaga kerja di dunia usaha, termasuk ke luar negeri di lembaga formal. “Kaitannya dengan rebranding, jangan seperti dulu. BLK identik dengan tempat memajang peralatan – peralatan usang. Disini harus benar-benar memang menyesuaikan dengan dunia usaha,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya meminta alat-alat di BLK bisa direvitalisasi. Selain revitalisasi peralatan, pihaknya mendorong BLK melakukan sinergi dengan dunia usaha dan industri.

Sejatinya, kata Ida, pihaknya menargetkan 10 juta sasaran pelatihan vokasi selama lima tahun. Namun, karena pandemi, rencana tersebut harus batal.

Beberapa anggaran harus dialihkan untuk membantu penanganan ekonomi akibat Covid.
Karena itu, dengan BLK ini kita redesain dengan brand baru, sebagai tempat pelatihan, sertifikasi hingga penempatan calon pekerja, tegasnya.

Pihaknya juga mengarahkan BLK membuat pelatihan mencetak interpreneur baru. Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, menaruh harapan besar bagi BLK.

Apalagi, Banyuwangi menjadi salah satu lokasi BLK milik Kemanakertrans. Ini akan menjadi pusat pengembangan keahlian. Anak-anak Banyuwangi bisa diterima di dunia kerja, harapnya disela mendampingi Menakertrans.

Pihaknya juga mendorong dunia industri dan dunia usaha di Banyuwangi menggunakan tenaga kerja lokal minimal 50 persen. Sehingga, bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. (wir)