Surabaya, (bisnissurabaya.com) –  PemerintahKota/Pemkot Surabaya akhirnya menemukan kesepakatan dengan manajemen Persebaya dan bonek, dalam pertemuan yang digelar di Balai Kota Surabaya Kamis (1/4). Hasilnya, Persebaya dapat menggunakan Gelora Bung Tomo/GBT untuk pertandingan serta Gelora 10 November untuk latihan.

Sempat muncul kabar akan adanya aksi demo oleh bonek, akibat persoalan tidak diizinkannya penggunaan Stadion GBT dan Gelora 10 November. Pemkot Surabaya, akhirnya duduk bersama dengan manajemen Persebaya dan sejumlah perwakilan bonek, yang dimediasi oleh Kapolrestabes Surabaya, di Balai Kota Surabaya.

Dalam audiensi tersebut, manajemen Persebaya dan bonek menyampaikan unek-uneknya karena tidak dapat menggunakan GBT dan Gelora 10 November, karena tidak diizinkan Pemkot Surabaya.

Sementara, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan, siapapun boleh menggunakan stadion, asalkan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Dari pertemuan yang berlangsung selama 2 jam itu, akhirnya, disepakati sejumlah poin. Diantaranya, Persebaya diizinkan untuk menggunakan Stadion GBT untuk pertandingan dan Gelora 10 November serta tiga lapangan baru untuk latihan. Kedua, Persebaya diprioritaskan untuk penggunaan stadion. Ketiga Persebaya wajib memprioritaskan pemain asli Surabaya dalam rekrutmen pemain.

Sementara itu, perwakilan manajemen Persebaya dan bonek mengaku lega, dengan hasil akhir pertemuan ini. “Ini adalah hasil yang diinginkan untuk kemajuan Persebaya,” kata Lucia Cicilia Agan, Direktur Bisnis Persebaya.

Mengenai tarif retribusi stadion mengikuti peraturan yang berlaku, serta Persebaya wajib mengganti kerusakan stadion apabila terjadi kerusakan sesuai dalam kontrak nantinya. (stady/stv)