Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Usai resmi dilantik sebagai Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Armuji, untuk pertama kali melakukan kunjungan ke sejumlah partai politik/parpol yang menjadi saingan dalam Pilwali Surabaya 2020 lalu. Kunjungan ini sebagai bentuk silaturahmi, sekaligus sinergitas selama masa kepemimpinannya lima tahun kedepan.

Sejarah baru bagi pengurus partai politik di Surabaya, saat dikunjungi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Armuji, dalam agenda safari ke sejumlah partai politik yang sempat menjadi saingannya dalam bursa Pilwali Surabaya 2020.

Hari ini Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya tak hanya  bersilaturahmi ke kantor DPC PDI Perjuangan. Namun, juga ke kantor DPD II Golkar Surabaya, DPC PPP, DPC Gerindra, DPC PKB dan sejumlah parpol lainnya.

Dalam kesempatan ini, mantan kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi, mengaku, baru berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan pengurus parpol, dengan harapan tak ada lagi perbedaan yang terjadi dalam masa pilwali lalu. Namun, sudah saatnya bersama dalam membangun Surabaya lebih baik kedepannya.

‘’Mengingat pengurus partai politik di Surabaya, juga berperan dalam membangun Kota Surabaya khususnya dalam menampung setiap adanya keluhan yang berkaitan dengan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya bisa melalui pengurus partai yang menjadi wakil rakyat,’’ kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahaydi, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Rabu (31/3).

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar, Arif Fathoni, menyambut kunjungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota ini mengaku, berterima kasih atas kehadiran orang nomer satu di Surabaya ini ke kantornya. Terlebih setelah puluhan tahun, baru pemimpin saat ini yang berkenan untuk berkunjung langsung ke kantor partai politik yang notabene sempat menjadi lawan dalam pilwali.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya ini juga mengaku, siap mendukung pemerintahan Eri-Armuji periode lima tahun ke depan. Bahkan, ke depan Golkar akan mendukung pemerintahan melalui legislative, di DPRD Golkar memiliki lima kursi dengan pimpinan di sejumlah komisi. (stady/stv)