Gresik, (bisnissurabaya.com) – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Gresik berlangsung semarak. Banyak tokoh masyarakat berprestasi yang mendapat apresiasi. Acara yang dihelat Persatuan Wartawan Gresik (PWI) Gresik itu sekaligus memberi penganugerahan kepada Giri Pancasuar Award (GPA) 2021 di Aston Inn Gresik, Selasa (30/3).

Mereka yang  terpilih menjadi sosok inspiratif itu membawa harum nama Gresik. Tokoh-tokoh itu, antara lain, Sri Kurnia Abdi Pradhana pemuda millenial asal Panceng yang mengembangkan aplikasi Gresik Online Shop (GOLS). Susmiati Rahmawati Aziz, perempuan hebat penggerak ekonomi dengan usaha kuliner warung Apung Rahmawati.

Lalu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik Saifuddin Ghozali. Dia terpilih berkat kebijakannya dan kinerja selama pandemi Covid-19. Kemudian AKPB Arief Fitrianto yang mampu menjaga kondusifitas dan keamanan masyarakat di wilayah hukum Kota Pudak.

Serta Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, saat menjabat sebagai Dandim 0817/Gresik. Jenderal bintang dua itu sempat membawa Gresik United bersaing pada Divisi Utama Liga Indonesia.

Motivasi dan Harapan

Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah pun mengapresiasi hal tersebut. “Tentu, sosok-sosok hebat tersebut ikut membawa harum Kota ini. Bahkan, secara langsung juga membantu program-program pemerintah untuk terus maju dan berkembang,” ungkapnya.

Ning Min, sapaan akrab Wabup Gresik berharap agar kegiatan yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik menjadi inspirasi bagi masyarakat. “Agar terus berlomba-lomba untuk membuat inovasi. Dengan berbagai kegiatan yang memotivasi untuk tetap berkarya dimasa Pandemi ini,” ucapnya.

Pihaknya juga berharap, hal itu mengubah sudut pandang masyarakat tentang kinerja para jurnalis di Kota Pudak. “Sebab, jurnalis adalah salah satu pilar demokrasi. Saran dan masukan sangat diperlukan sebagai salah satu tolak ukur kinerja pemerintahan Gresik Baru ini,” harapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir yang turut hadir juga mengapresiasi kegiatan ini. “Acara ini luar biasa, tentu harus dilanjutkan. Kalau perlu ditambah dengan berbagai kategori,” ujarnya. Mengingat lanjut A. Qodir, para penerima merupakan tokoh inovatif yang aktif diberbagai lini sosial dan masyarakat. “Baik itu praktisi, akademisi, birokrat hingga aktifis,” tandasnya.

Penghargaan tersebut mungkin tidak sebanding dengan kontribusi yang sudah dilakukan. “Sehingga, dengan reward tersebut dapat memotivasi. Bahkan, menginspirasi masyarakat dalam berlomba-lomba menuju kebaikan,” pungkas politisi PKB itu. (sam)