Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Peristiwa yang diduga sebagai bom bunuh diri. Terjadi di Jalan Kartini, Makassar, Sulawesi Selatan. Bom yang meledak di depan Gereja Katedral  Minggu (28/3) diduga dilakukan oleh pelaku berjumlah dua orang dengan menggunakan sepeda motor saat melakukan aksinya. Mereka diduga langsung meninggal dunia  di lokasi setelah melancarkan aksinya.

Aksi bom bunuh diri ini tentu saja memantik protes keras berbagai kalangan masyarakat di tanah air. Berbagai pernyataan keprihatinan yang bernada kemarahan dan keprihatinan disampaikan dalam pernyataan mereka.

Taruna Karya Indonesia Jawa Timur/Jatim, yang merupakan wadah perjuangan bagi aktifis, kader pengurus purna Karang Taruna yang selama ini sangat intens mengusung kemajemukan dan harmonisasi anak bangsa, mengutuk keras bom bunuh diri yang terjadi baru-baru ini.

Pengurus yang dikomandoi Ketua, Nanang Sutrisno dan Sekretaris, Adi Patma Nusantara mengggelar rapat kerja khusus di Cafe Sugih Waras yang berada di kawasan Merr, untuk membahas hal tersebut. Tampak hadir juga Bendahara, Prima Arie Martha Sandria Canon, dan pengurus lainnya seperti Andre Perbawa, Roma Nauli Tampubolon,. Kiki Meika, Siti Nurwiji, Indah Susanti, dan Arnold Panjaitan.

“Bom bunuh diri adalah tindakan pengecut yang ditolak oleh semua agama,” kata Ketua Taruna Karya Indonesia Jawa Timur, Nanang Sutrisno, didampingi Tim Hukum dan Advokasi Rakyat, Tomuan Hutagaol, SH, Bagus Andri, SH, Purba, SH, dan Charlie Panjaitan, SH.

Nanang Sutrisno, menyampaikan bahwa tindakan bom bunuh diri tidak hanya meruntuhkan bangunan, tapi juga menghancurkan peradaban bangsa. “Persatuan bangsa yang dibangun atas kemajemukan dan toleransi sedang diuji, kita tidak boleh lengah dan terpancing,” jelas mantan Ketua Karang Taruna Surabaya ini.

Taruna Karya Indonesia Jawa Timur mendesak kepada Pemerintah dan Kepolisian agar bersikap tegas kepada pihak-pihak  dari kelompok radikal, intoleransi, maupun  separatis yang diduga sebagai  pihak yang bertanggung jawab atas bom bunuh diri.

“Kami percaya penuh kepada kemampuan Polisi Indonesia selaku aparat keamanan dalam mengungkap tragedi berdarah ini,” tambah mantan legislator termuda Surabaya ini. Sebagai bagian dari misi perekat persatuan dan kesatuan anak bangsa, Taruna Karya Indonesia Jatim mengingatkan, agar tidak ada lagi upaya bom bunuh diri di Indonesia utamanya di Jatim, Karena masyarakat bersama aparat keamanan sudah bersatu untuk melakukan pencegahan sejak dini terhadap upaya yang bertujuan meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia /NKRI. (nanang)