Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Yatim Mandiri memperingati milad yang ke-27 tahun Bersinergi untuk Negeri, yang jatuh pada 31 Maret 2021, dengan mengusung thema “Kolaborasi untuk Negeri,” dalam acara milad Yatim Mandiri. Ada beberapa rangkaian acara yang telah Yatim Mandiri persiapkan yang diawali Sharing Session Kolaborasi Kebaikan, Virtual: Talk Sinergi Kemandirian dan Virtual Exibition “Lumbung Pangan Mandiri,” Beberapa rangkaian kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 30 Maret – 1 April 2021.

Yatim Mandiri, memaparkan beberapa capaian yang didapatkan selama 27 tahun seperti pada 2011 mendapat penghargaan rekor MURI sebagai Lembaga Sosial Pemberian Beasiswa Terbanyak untuk Anak Yatim dan Dhuafa Tidak Mampu. Mendapat Akreditasi A dari Kementrian Agama RI pada 2018. Penghargaan Fundraising Program Pendidikan Terbaik “Indonesia Fundraising Award” 2020. Serta terus memperoleh Opini WTP dari Audit KAP sejak 2014 sampai 2019.

Selain itu, Yatim Mandiri juga mendatangkan langsung beberapa anak yatim binaannya yang berhasil sukses. Diantaranya Muhammad Nurriyanto, salah satu siswa dari SMA insan Cendekia Mandiri Boarding School.

Ia berhasil diterima di Universitas Airlangga jurusan Keperawatan. Nurriyanto hanya satu dari sekian banyak julusan SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School yang berhasil diterima di universitas negeri ternama di Indonesia.

Juga hadir Muhammad Najih, salah satu alumni dari Mandiri Entrepreneur Center berhasil menjadi seorang wirausahawan muda. Produk yang dipasarkannya adalah legen, minuman khas Gresik dengan brand Legend Tren.

Najih pun hanya satu dari sekian banyak binaan Yatim Mandiri yang sukses menjadi wirausahawan sejak muda. Pada 2020, tercatat sebanyak Rp 114 miliar penyaluran yang telah didistribusikan secara tepat sasaran di seluruh pelosok negeri.

Tercatat sepanjang tahun 2020 sebanyak 362.076 orang yang telah merasakan manfaat dari kebaikan yang telah Sahabat berikan. Di tengah kesulitan masa pandemi, Yatim Mandiri berhasil memberikan bantuan pada 26.618 lokasi di 13 provinsi, 48 daerah.

Tak lupa, pada bidang pendidikan Yatim Mandiri telah berhasil membantu 1.179 anak yatim dhuafa mendapatkan fasilitas try out, terlaksana kampung belajar mandiri di 109 titik, tercapai 6 kepala Asrama dan 46 Santri, 335 anak mengikuti 36 lomba dengan hasil 29 Juara Lomba/ Olimpiade MIPA, Olahraga dan Seni, 438 video Kita Belajar Mandiri, dan 2.141 yatim dan dhuafa mengikuti Olimpiade Matematika dan Al Quran (OMATIQ).

Pada 2021 ini pun Yatim Mandiri akan kembali menyalurkan dana bantuan pendidikan kepada 16.145 yatim dhuafa diberbagai daerah serta berbagai aksi sosial lainnya. Sementara itu, H Mutrofin, S.E selaku Dirut Yatim Mandiri mengatakan program pendidikan banyak sekali diantaranya sanggar – sanggar yang menyebar diseluruh Indonesia kurang lebih 700 sanggar disitu untuk anak – anak SD dan SMP.

Begitu pula dengan program pemberian beasiswa yang sampai saat ini kurang lebih 20.000 anak yatim mendapatkan program beasiswa mulai dari tingkat kanak – kanak, SD, SMP, SMA, dan juga perguruan tinggi.

Untuk program pemberdayaan yang sampai saat ini di peruntukan para petani yang mendapatkan pemberdayaan baik itu tanam padi,tanam pisang dan juga pemberdayaan ternak lele ada juga pembesaran ayam untuk pemberdayaan pada anak yatim dan para dhuafa .

Mutrofin menambahkan program kesehatan disemua 46 cabang juga memberikan program kesehatan yang free untuk anak yatim dan para dhuafa baik itu sakit ringan sampai sakit yang harus dirwat.

Program yatim mandiri tersebut untuk saat ini terus berkelanjutan tidak terputus karena keberadaan yaim mandiri menjadi solusi keyatimna dan solusi para dhuafa. Yatim Mandiri berharap dapat memberikan lebih banyak manfaat kepada anak yatim dan dhuafa hingga ke seluruh pelosok negeri.

Sehingga dapat melanjutkan komitmen untuk menghimpun dan menyalurkan dana ziswaf kepada lebih banyak anak yatim dan dhuafa. (farid armand/*)