Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kegiatan tahunan dalam rangka kampanye ramah lingkungan, Earth Hour kembali dilakukan. Untuk tahun ini, kampanye Earth Hour dilakukan hari ini, Sabtu (27/3) mulai pukul 20.30 WIB – 21.30 WIB.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur/Jatim, Sinarto, mengajak masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jatim untuk ikut menyukseskan kampanye Earth Hour. “Jangan lupa matikan lampu dan batasi penggunaan listrik malam ini selama satu jam mulai 20.30-21.30 WIB,” imbau Sinarto.

Ia menjelaskan, kampanye ajakan ramah lingkungan itu disampaikannya menindaklanjuti surat dari WWF Indonesia no. 075/WWF ID/EO/II/2021 tanggal 15 Februari 2021. Dalam surat itu dijelaskan perihal permohonan dukungan kampanye Earth Hour 2021 pada Pemprov Jatim.

Adapun gerakan Earth Hour adalah gerakan serentak yang dilakukan seluruh dunia untuk mengkampanyekan praktek gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ia juga mengimbau pada Bupati/Walikota, OPD Provinsi Jawa Timur, Instansi Vertikal, Badan Usaha, media massa dan komunitas di seluruh wilayah provinsi Jawa Timur agar dapat berpartisipasi.

Earth Hour tahun ini akan diikuti oleh 32 kabupaten/kota dan provinsi. “Tahun ini Earth Hour di dunia sudah diikuti oleh 190 negara dan di Indonesia ada 32 kota, kabupaten dan provinsi yang akan berpartisipasi dan diikuti oleh 2.000 volunteer aktif di seluruh Indonesia. Perayaan Earth Hour akan dipusatkan di Bandung,” kata CEO Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, Dicky Simorangkir melalui siaran pers.

Earth Hour adalah sebuah kegiatan global yang digawangi oleh WWF pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk pemadaman lampu selama satu jam sebagai usaha meningkatkan kesadaran akan perlunya langkah serius menghadapi perubahan iklim.

Dalam peringatan pada 2021 yang masih dibayangi oleh pandemi Covid-19 di mana pembelajaran bahwa manusia bergantung pada alam. Dicky mengatakan, pandemi yang terjadi sejak 2020 dan serangkaian bencana alam menyadarkan bahwa manusia akan menanggung konsekuensi dan dampak atas segala perubahan yang terjadi pada alam, baik dalam hal sosial, ekonomi, ekologi maupun kesehatan.

“Inilah saatnya bagi kita untuk menjaga bumi kita dan keanekaragaman hayatinya dan memastikan bahwa sumber daya tersebut berkelanjutan sampai dengan generasi penerus kita nantinya,” tegas Dicky. Momen Earth Hour itu akan dilaksanakan secara daring selama 360 menit di kanal media sosial Earth Hour Indonesia, dan terhubung dengan masyarakat di berbagai belahan bumi yang berbeda. (bw)