Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Tak hanya Sungai Tambak Wedi yang tercemar limbah, namun, Sungai Kaliwondo Wonorejo juga tercemar. Selain berbusa, sungai di Kawasan Pantai Timur Surabaya ini warnanya juga kecoklatan dan baunya tak sedap.

Pencemaran di sungai ini meresahkan warga dan pengelola Wisata Mangrove Wonorejo, lantaran mengancam ekosistem sungai dan Hutan Mangrove.

Pencemaran sungai tak hanya terjadi di Sungai Tambak Wedi Surabaya, Namun, Sungai Kaliwondo, Wonorejo Surabaya ini juga tercemar. Selain tercemar limbah, juga terdapat tumpukan sampah di tepi sungai.

Tak pelak, akibat limbah yang mencemarinya, Sungai Kaliwondo saat ini warnanya kecoklatan dan keruh. Selain itu, bau sungai ini juga tak sedap. “Selain terdapat perubahan warna dan aroma pada sungai warga sekitar juga kerap menyaksikan air sungai dipenuhi busa,” kata Djoko Suwondo. Djoko yang juga warga sekaligus pengelola Wisata Mangrove Wonorejo, yang dialiri Sungai Kaliwondo, menyebutkan, busa di sungai ini terjadi jika pompa air dinyalakan saat hujan turun deras. Saat ini, busa tak muncul di Sungai Kaliwondo karena pompa dimatikan.

Djoko Suwondo, mengaku, khawatir karena pencemaran Sungai Kaliwondo ini berdampak pada ekosistem di sungai dan Hutan Mangrove Wonorejo.

Akibat pencemaran Sungai Kaliwondo yang airnya mengalir hingga muara Hutan Mangrove ini, ia berharap, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup segera turun tangan dan meneliti air Sungai Kaliwondo, untuk kemudian menutup industri yang membuang limbahnya ke sungai. (irwanda/stv)