Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sebanyak 100 Kyai Nahdlatul Ulama/NU Jawa Timur/Jatim menjalani vaksinasi Covid-19. Vaksinasi ini disaksikan langsung Menteri Kesehatan/Menkes, Budi Gunadi Sadikin, serta perwakilan WHO dan Unicef Selasa (23/3).

Dua jenis vaksin digunakan untuk vaksinasi para kyai ini, yakni, vaksin sinovac untuk vaksin tahap dua para kyai, serta vaksin astrazeneca untuk para kyai yang baru mendapatkan vaksin.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi untuk para kyai sengaja dibuat dengan seremoni untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksin astrazeneca halal dan boleh digunakan oleh umat islam. Selain itu, vaksinasi ini sangat penting untuk segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19. apalagi virus ini sudah merenggut 2,6 juta nyawa.

Menteri kesehatan menjelaskan, vaksinasi di dunia diharapkan dapat mencapai 70 persen kekebalan komunal dari jumlah 7,8 miliar manusia. Artinya ada 5,5 miliar atau butuh 11 miliar dosis yang sangat dibutuhkan dengan cepat.

Sedangkan di Indonesia ada 181,5 juta warga atau butuh 360 juta lebih dosis vaksin. Indonesia mendapatkan empat jenis vaksin, diantaranya, sinovac, astrazeneca, novavac dan pfizer. Seluruh vaksin tersebut akan digunakan dalam waktu 12 bulan ke depan bagi 181,5 juta warga.

Sementara itu, Wakil Ketua Rois Syuriah PW NU Jatim KH Anwar Iskandar, menegaskan bahwa program vaksinasi ini wajib diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sebab pandemi ini sudah merenggut 2,6 juta jiwa di dunia melebihi perang dunia dan berdasarkan ajaran islam wajib untuk menjaga keselamatan jiwa.

Ia menyatakan jika vaksin astrazeneca yang didatangkan ini dipastikan halal dan aman karena banyak negara-negara di timur tengah juga menyatakan halal. (agung/stv)