Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi menggagalkan peredaran uang palsu dollar Amerika serikat senilai Rp 21 miliar. Terbongkarnya peredaran uang palsu dolar as saat kedua tersangka mencoba memasukkan dolar palsu itu ke bank. Uang palsu tersebut disita dari dua warga Bali yang rencananya diedarkan di Kota Pahlawan.

Dua warga asal Bali berinisial IWW (42) dan SMJ (56) ditangkap polisi karena kedapatan mengedarkan uang dolar palsu di Surabaya senilai Rp 21 miliar. Terbongkarnya peredaran uang palsu dolar AS saat kedua tersangka mencoba memasukkan dolar palsu itu ke bank.

Saat dilakukan pengecekan keasliannya, hasilnya uang dolar dipastikan palsu. Uang palsu dolar Amerika pecahan 100 dollar, sejumlah 15.000 lembar bila dijumlah sekitar Rp 21 miliar. Dari hasil labfor, dolar ini adalah palsu tapi kualitasnya cukup baik. Bedanya tidak presisi.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, mengatakan, peredaran uang palsu dolar Amerika pecahan 100 dollar sejumlah 15.000 lembar atau sekitar Rp 21 miliar, terungkap ketika dua pelaku mencoba mamasukkan uang ini ke bank.

Menurut dia, kedua tersangka ini datang ke Surabaya dengan maksud untuk bertemu dengan saksi JF di Jalan Penghela Surabaya. Kemudian pada saat di rumah saksi tersebut, tersangka iww menyerahkan uang kertas dolar Amerika pecahan 100 dollar AS kepada Josep.

Lalu, kata dia, saksi ini melalui pegawai bank di cabang perak yang mana uang tersebut hendak dimasukkan ke tabungan, karena jumlah uang dolarnya banyak selanjutnya dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan di bank, diketahui bahwa uang kertas dolar Amerika pecahan 100 dollar AS tersebut uang palsu.

‘’Uang itu, terdapat banyak perbedaan ciri keaslian uang kertas asing dengan uang kertas asli, lalu petugas bank menghubungi petugas kepolisian karena uang dolar tersebut diduga palsu,’’ kata Oki Ahadian, di Surabaya Selasa (23/3).

Sementara itu, pelaku IWW mengaku, baru sekali membawa uang dollar palsu itu dan juga mengaku hanya bertugas mengirim saja. Mengantarkan ke Surabaya dan berangkat dari Bali lewat jalur darat. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keduanya dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolrestabes Surabaya. Keduanya dijerat dengan pasal 245 KUHP tentang peredaran uang palsu. (farid/stv)