Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Majelis Ulama Indonesia/MUI Jawa Timur/Jatim, menetapkan vaksin Astrazeneca, dinyatakan halal dan baik. Berdasarkan kajian pakar fiqih dengan referensi empat madhab. Status halal dan kesucian vaksin tersebut, karena mengalami perubahan bentuk termasuk semua vaksin.

Penegasan ini dikemukakan Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, Ma’ruf Khozin, di Surabaya Selasa (23/3). Ia menyatakan, melalui Komisi Fatwa MUI Jatim, menyampaikan fatwa terkait status ke-halal-an, vaksin Astrazeneca, yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan terkait status halal-haramnya vaksin tersebut.

Berbeda dengan fatwa, MUI pusat yang menyebut bahwa vaksin Astrazeneca haram. Namun, vaksin tersebut tetap boleh digunakan dalam keadaan darurat. Komisi Fatwa MUI Jatim, menyatakan, halal dan suci, untuk digunakan berdasarkan penggunaan vaksin tersebut, masuk dalam kategori darurat.

Ma’ruf Khozin, menjelaskan, status halal dan suci yang dikeluarkan oleh komisi fatwa, berdasarkan empat madzhab, yang menyatakan kesucian benda najis ketika mengalami perubahan bentuk, termasuk semua jenis vaksin, yang diindikasi menggunakan tripsin pangkreas hewan yang dikategorikan najis.

Selain itu, Kyai Makruf, juga menyampaikan, bahwa Ketua MUI Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah, juga telah divaksin menggunakan vaksin Astrazeneca di Sidoarjo, yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo.

Dengan demikian, masyarakat tidak boleh ragu lagi, tentang status ke-halal-an vaksin Astrazeneca, untuk digunakan, dalam rangka mengoptimalkan vaksinasi secara nasional, guna memutus penyebaran dan mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia. (irwanda/stv)