Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Buntut kericuhan konggres hmi di Surabaya, polisi mengamankan enam orang yang diduga provokator dalam kericuhan konggres HMI ke-31, di Gedung Islamic Center, Surabaya, pada Rabu (24/3) dini hari.

Dengan pengawalan ketat, berdasarkan permintaan dari pihak panitia dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur/Jatim, kongres HMI ke-31, akhirnya dilanjutkan sampai pada tahap pembacaan laporan pertanggung jawaban.

Alotnya berbagai pembahasan dalam konggres hmi kali ini, membuat sejumlah agenda yang seharusnya selesai pada 22 maret, molor hingga Rabu (24/3) pagi. Kericuhan yang terjadi dalam Konggres HMI ke-31, menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, merupakan salah paham antar peserta konggres, karena alotnya berbagai pembahasan.

Polisi berhasil mengamankan enam orang peserta yang diduga memicu terjadinya kericuhan hingga berujung saling lempar kursi di arena Konggres HMI di Gedung Islamic Center Surabaya. Usai dilakukan pengamanan ketat aparat kepolisian, sidang pleno yang merupakan agenda konggres, akhirnya dilanjutkan dan sampai pada tahap pembacaan dan pembahasan laporan pertanggung jawaban pengurus sebelumnya.

Pengamanan yang dilakukan polisi, merupakan permintaan dari pihak panitia penyelenggara, serta Pemprov Jatim selaku pemilik gedung. Sementra itu, terkait rombongan kader HMI yang bukan merupakan kader, namun datang ke Surabaya, pihak Polda Jatim sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk menyediakan tempat, untuk istirahat para kader hmi asal luar pulau, yang tak mengantongi undangan.

Sementara itu, terkait dengan izin, yang sejatinya konggres digelar sejak 17 Maret dan berakhir pada 22 Maret, penambahan waktu ini, merupakan permintaan dari panitia penyelenggara dan polisi akan melakukan pengamanan secara ketat, agar kegiatan konggres hmi di Surabaya  berjalan lancar dan aman.

Sebelumnya, kericuhan terjadi dan saling lempar kursi bahkan beberapa kaca gedung rusak dan berantakan. (feri/stv)