Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Polisi bergerak cepat mengusut dugaan cabai memakai pewarna yang ramai di media sosial (medsos). Empat warga diperiksa terkait kehebohan ini. Polisi juga meminta bantuan BPOM untuk memastikan bahan pewarna yang dipakai pelaku.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, menjelaskan keempat warga yang diperiksa masing-masing, A (pengunggah pertama video di medsos), N (pengunggah video), SH (penjual cabai) dan RS (petani cabai).

“Pemeriksaan sifatnya masih penyelidikan. Semuanya berstatus saksi,” kata Kapolres dalam rilis di Mapolresta Banyuwangi, Senin (22/3) siang. Dijelaskan, pihaknya mengusut kasus ini setelah berpolemik di medsos. Dan, ada pihak yang mengadu Polsek Purwoharjo.

“Berbekal pengaduan ini, kami melakukan penyelidikan. Jadi, statusnya masih lidik,” tegas Kapolresta. Ditambahkan, hasil penyelidikan sementara, penjual cabai mengklaim dari enam bungkus cabai yang dijual, hanya satu bungkus yang memicu polemik.

Satu kantong yang diduga menggunakan pewarna beratnya 1 ons. Barang bukti ini ikut diamankan di Polresta Banyuwangi. “Kami sudah kirim sampel cabai pewarna ini ke BPOM Surabaya, untuk memastikan bahan kimia yang digunakan,” tegasnya.

Heboh video cabai yang diduga menggunakan pewarna mulai mencuat di Banyuwangi, Jumat (19/3) malam. Dalam video berdurasi sekitar 3 menit itu diceritakan seorang warga yang memasak cabai.

Anehnya, cabai tersebut memicu cairan kemerahan. Cabai yang dimasak berubah warna menjadi putih, khas warna cabai muda. Polisi bergerak setelah mendapatkan pengaduan dari penjual cabai di Polsek Purwoharjo.

Pembeli cabai warga Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo yang pertama kali memasak cabai menggunakan pewarna juga ikut diperiksa di Polsek. (wir)